KUNINGAN – Teka-teki hilangnya Parmo (48), warga Desa Ragawacana, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, yang sempat memicu operasi pencarian besar-besaran selama beberapa hari terakhir, akhirnya berakhir melegakan. Korban yang dilaporkan hilang misterius saat mencari rumput tersebut ditemukan dalam kondisi selamat di wilayah Pacitan, Jawa Tengah, Kamis (7/5/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengonfirmasi bahwa dengan ditemukannya korban, maka seluruh rangkaian proses pencarian oleh tim gabungan resmi dinyatakan berakhir.
- Dijemput dari Pacitan, Pencarian Parmo Dinyatakan Selesai
- Beri Kuliah di Hadapan Mahasiswa Uniku, Deputi KPK: Korupsi Banyak Terjadi Karena Kebutuhan Mendesak yang Tidak Ada Anggarannya
- Kuliah Umum Uniku Bersama Deputi Penindakan KPK, Mahasiswa Diajak Bahas Pencegahan Korupsi
- IDI dan BPBD Kuningan Bangun Kolaborasi Strategis Tanggap Bencana
- Bawa Kesenian WBTb Dogig, Disdikbud Kuningan Kenalkan Warisan Budaya di Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Jabar 2026
“Alhamdulillah, kami menerima informasi dari pihak keluarga bahwa Bapak Parmo telah ditemukan di wilayah Pacitan pada Kamis kemarin. Informasi keberadaannya pertama kali diperoleh dari kerabat keluarga yang berada di sana,” ujar Indra Bayu saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).
Indra menjelaskan, pihak keluarga melalui adik ipar korban langsung bertolak ke Pacitan untuk melakukan penjemputan segera setelah menerima kabar tersebut. Saat ditemukan, kondisi fisik Parmo dalam keadaan sehat, namun yang bersangkutan tampak mengalami disorientasi.
“Kondisi beliau selamat, namun menurut keterangan keluarga terlihat masih kebingungan. Belum bisa memberikan penjelasan secara detail mengenai bagaimana kronologi atau peristiwa yang dialaminya hingga bisa sampai ke wilayah Pacitan,” tambah pria yang akrab disapa Ibe ini.
Sebelumnya, hilangnya Parmo sempat menjadi misteri lantaran barang-barang miliknya seperti ponsel, pakaian, sabit, hingga sajadah yang sudah tergelar ditemukan tergeletak di pinggir sungai Blok Sawah Bojong pada Minggu (3/5/2026).
Tim SAR Gabungan dari BPBD, TNI, Polri, hingga Damkar sempat melakukan penyisiran air dan darat selama tiga hari berturut-turut.Pihak BPBD sendiri sempat memprediksi bahwa kecil kemungkinan korban tenggelam mengingat kondisi debit air sungai yang kecil dan tidak deras.
Fokus penyelidikan pun sempat dialihkan ke investigasi darat oleh pihak kepolisian sebelum akhirnya korban ditemukan oleh kerabatnya di luar kota.
Saat ini, Parmo telah dibawa kembali ke kediamannya di Desa Ragawacana untuk mendapatkan penanganan medis serta pendampingan lebih lanjut guna memulihkan kondisi psikisnya.
Indra Bayu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur relawan dan masyarakat yang telah bahu-membahu melakukan pencarian sejak hari pertama kejadian. (Nars)



















