

KUNINGAN – Menginjak peringatan HUT ke-65, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kuningan kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian ekologi sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar hutan.


Di tengah bayang-bayang krisis iklim dan ketidakpastian ekonomi global, pengelolaan puluhan ribu hektare lahan di wilayah ini dipastikan tetap memegang teguh prinsip keberlanjutan.
- Kuningan Simpan Segudang Bakat Sepak Bola Putri, Akademi Persib dan Askab PSSI Kuatkan Sinergi Pembinaan
- Semarakkan Malam Kemerdekaan, Sekretariat DPRD Kuningan Antusias Ikuti Pawai Taptu
- Babinsa Luragung dan Warga Cileuya Kompak Sulap Jalan Gang Lebih Asri
- Video Jedag Jedug Anies Baswedan Viral, Netizen Malah Desak Jadi Presiden
- Target Padam Jelang Kemerdekaan, Kapan Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan Berakhir?
Administratur (ADM) Perhutani KPH Kuningan, Siti Kasanah, mengungkapkan peringatan hari jadi yang mengusung tema “Lestari untuk Negeri” ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang perusahaan. Jatuh pada 29 Maret, perayaannya baru digelar serentak di seluruh KPH dan direksi pusat pada Selasa (31/3/2026).
“Perhutani sudah berdiri selama 65 tahun. Menghadapi dinamika perubahan iklim, cuaca, digitalisasi, hingga tantangan global, kami alhamdulillah masih bisa bertahan. Harapannya kami terus tumbuh untuk mewujudkan kelestarian hutan dari sisi produksi, sosial, maupun lingkungan,” ujar Siti Kasanah saat ditemui usai acara peringatan.
Siti menekankan, keberadaan Perhutani tidak semata-mata mengejar profitabilitas produksi. Tanggung jawab sosial dan ekologi menjadi pilar yang tak terpisahkan. Hal ini diwujudkan melalui kemitraan strategis dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang tersebar di lebih dari 100 desa penyangga kawasan hutan.
Bentuk pemberdayaan tersebut terimplementasi lewat program agroforestri dan ekowisata. Untuk sektor agroforestri, masyarakat dilibatkan dalam penanaman tumpang sari seperti kopi dan padi di sela-sela tegakan pohon kayu putih maupun area lahan basah.
Sementara di sektor pariwisata, KPH Kuningan tengah memutar roda ekonomi desa melalui sejumlah objek wisata alam aktif, seperti Paniis, Pakembangan, Pasir Cabe, hingga Situ Wulukut. Terkait luasan area, Siti merinci KPH Kuningan saat ini mengelola total 28.892,66 hektare lahan yang membentang di wilayah Kabupaten Kuningan dan sebagian Kabupaten Cirebon.



