

KUNINGAN – Aksi kolaborasi aparat teritorial dan masyarakat pedesaan dalam menjaga infrastruktur publik kembali bergulir. Kali ini, Babinsa Luragung dan warga Cileuya kompak sulap jalan gang lebih asri melalui gerakan kerja bakti massal pada akhir pekan kemarin, tepatnya Sabtu (15/8/2026).
Titik fokus penataan menyasar pada akses perlintasan komunal di Dusun Manis rukun tetangga tiga rukun warga lima, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan.
- Kuningan Simpan Segudang Bakat Sepak Bola Putri, Akademi Persib dan Askab PSSI Kuatkan Sinergi Pembinaan
- Semarakkan Malam Kemerdekaan, Sekretariat DPRD Kuningan Antusias Ikuti Pawai Taptu
- Babinsa Luragung dan Warga Cileuya Kompak Sulap Jalan Gang Lebih Asri
- Video Jedag Jedug Anies Baswedan Viral, Netizen Malah Desak Jadi Presiden
- Target Padam Jelang Kemerdekaan, Kapan Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan Berakhir?
Kawasan padat penduduk ini sebelumnya mulai terganggu oleh tumbuhnya rumput liar serta tumpukan sampah ringan yang perlahan mempersempit ruang gerak masyarakat harian.
Koptu Agung Indra dari Koramil 1507 Luragung turun tangan langsung sebagai inisiator penggerak di tengah sepuluh warga yang membawa peralatan kebersihan seadanya. Mereka bahu membahu menyapu jalanan dari kotoran sekaligus membabat semak belukar yang memakan badan jalan dan mengganggu pandangan mata.
Gerakan pembersihan lingkungan ini bukanlah sekadar reaksi spontan sesaat, melainkan bagian dari agenda pemeliharaan rutin yang telah dijadwalkan secara berkala. Pembenahan fasilitas umum berskala mikro ini dinilai sangat vital untuk menjaga kelancaran dan kenyamanan aktivitas penduduk yang melintas setiap saat.
Anggota TNI tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan turun ke jalan membawa misi yang jauh lebih besar dari sekadar menjaga estetika perkampungan. Interaksi tanpa sekat selama warga bekerja bakti menjadi wadah strategis untuk mempererat komunikasi sosial sekaligus membuktikan kemanunggalan prajurit dengan rakyat sipil.
Pihaknya juga menaruh harapan besar agar tradisi baik merawat ruang publik ini mampu menginspirasi wilayah rukun tetangga lain di sekitar desa tersebut. Kesadaran kolektif untuk menciptakan ekosistem tempat tinggal yang bebas dari kotoran diyakini menjadi fondasi utama dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat desa.
Tingginya semangat gotong royong terbukti dari ketekunan warga yang menolak beranjak sebelum seluruh target pembersihan jalan lingkungan rampung sepenuhnya. Hasil kerja keras tersebut kini terbayar lunas dengan wujud jalan gang yang kembali tertata rapi dan menghadirkan suasana hunian yang jauh lebih nyaman. (Nars)



