

VIRAL – Mantan Calon Presiden Anies Rasyid Baswedan kembali menyita perhatian publik lewat unggahan hiburan terbaru di akun TikTok pribadinya. Sebuah video jedag jedug Anies Baswedan hasil suntingannya sendiri menjadi perbincangan hangat dan telah ditonton lebih dari satu setengah juta kali oleh pengguna media sosial.
Dalam rekaman berdurasi tiga puluh satu detik tersebut ia membagikan kompilasi momen kegiatannya.
- Bahas RAPBD 2027, Fraksi Amanat Restorasi Dorong Roadmap Fiskal dan Transparansi Berbasis Dashboard
- Proyek Tugu Bola Dunia Kuningan Tuntas, PUTR Sebut Pembangunan Patung Kuda Tunggu APBD Perubahan
- Kritisi RAPBD 2027, Fraksi PDIP Minta Pemkab Kuningan Prioritaskan Alam dan Budaya Miyuni Alam
- Gerindra Kuningan Soroti Defisit Infrastruktur Pertanian, Tuntut Keadilan APBD 2027
- Kritik Keras RAPBD 2027, Golkar Kuningan Soroti Belanja Pegawai Tembus Rp 1,3 Triliun, Anggaran Damkar Miris Hanya Rp 39 Juta
Melalui keterangan unggahannya ia mengaku ini adalah pengalaman pertama menyunting gambar sendiri dan langsung ditegur oleh timnya meski ia merasa transisi yang digunakan sudah mengikuti selera anak muda zaman sekarang.
Alih-alih menampilkan dokumentasi kegiatan yang informatif, tayangan itu justru dipenuhi potongan gambar dengan perpindahan yang sangat cepat. Efek transisi berlebihan ala generasi Z tersebut sangat mendominasi durasi tayangan hingga membuat penontonnya merasa pusing melihat visual yang melompat-lompat.
Eksperimen digital ini langsung memancing reaksi yang masif dari para pengguna internet tanah air. Hingga kini tayangan singkat tersebut sukses meraup lebih dari seratus enam ribu tanda suka dan dibanjiri ribuan respons di kolom komentar yang berisi ragam pandangan masyarakat.
Reaksi warga maya terpecah antara keluhan jenaka soal pusingnya melihat video hingga seruan dukungan politik. Pengguna dengan nama akun Teh Dini Berkisah menyarankan agar Anies fokus saja menjadi presiden ketimbang menjadi editor video yang membuat pusing, sementara akun Hariz Boundaries mengibaratkan tayangan itu sebagai contoh nyata jika pekerjaan tidak diserahkan kepada ahlinya.
Komentar bernada satire politik juga ramai mewarnai kolom tanggapan unggahan tersebut. Akun bernama uyinn berkelakar mengajak Anies menjadi presiden agar bisa mengedit negara ini, disusul oleh respons akun JauzaFa yang menyindir bahwa gaya suntingan amburadul tersebut mirip dengan kondisi Indonesia saat ini.
Dinamika komentar semakin melebar ketika warganet mulai membandingkan konten ini dengan rival politiknya. Akun bernama cuma liat berita menyebutkan bahwa meski gaya penyuntingannya terlalu menggelegar tayangan ini tetap lebih menarik ditonton ketimbang melihat pidato tokoh yang identik dengan julukan gemoy. (Nars)



