KUNINGAN – Niat hati ingin menunaikan ibadah salat Subuh, sebuah perjalanan dari Cirebon justru nyaris berujung maut. Sebuah mobil Honda HR-V bernomor polisi E 1681 ZL ringsek parah setelah menghantam tugu dan tiang listrik di depan Balai Desa Cileuya, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan, pada Selasa (7/4/2026) pagi.
Insiden kecelakaan Kuningan yang terjadi sekitar pukul 05.30 WIB ini menjadi pengingat keras betapa mematikannya microsleep atau tertidur sesaat di balik kemudi.Pengemudi nahas tersebut diketahui berinisial N (47), seorang warga asal Desa/Kecamatan Cibingbin.
- Karya Bakti Kodim Kuningan: Sinergi TNI dan Warga Kebut Pembangunan Jalan Cimenga
- Comeback Gemilang di Lampung Persib Bandung Bungkam Bhayangkara FC 4-2 dan Rebut Kembali Puncak Klasemen
- Review Babak Pertama Persib vs Bhayangkara FC, Serangan Balik Mematikan The Guardian Bikin Maung Bandung Tertinggal 1-2
- Menagih Etos Kerja Pasca Pelantikan 4 JPT Pratama di Cadas Poleng
- Ini Alasan Bupati Kuningan Pilih Cadas Poleng Tempat Lantik Pejabat Hari Ini
Usai menempuh perjalanan jauh dari Kota Cirebon, rasa kantuk yang tak tertahankan rupanya memecah konsentrasi N tepat sebelum ia berhasil menghentikan kendaraannya.
“Dari hasil pemeriksaan, kendaraan ini melaju dari arah Luragung menuju Cibingbin. Pengemudi sebenarnya sudah berniat untuk menepi dan berhenti untuk melaksanakan salat Subuh. Namun karena diduga sudah kelelahan dan mengantuk berat, ia kehilangan kendali,” ungkap Kapolsek Luragung, AKP Taufan Alamsyah, mengonfirmasi kronologi kejadian, Selasa petang.
Mobil HR-V berwarna cerah itu langsung menghantam fasilitas umum di pinggir jalan hingga bagian depannya hancur. Beruntung, keajaiban masih menyertai insiden mengerikan ini. Baik pengemudi maupun penumpang di dalam kabin berhasil lolos dari maut tanpa luka gores sedikit pun, sehingga tidak memerlukan penanganan medis.
Meski nyawa selamat, kerugian material akibat hantaman keras tersebut tidaklah sedikit. Pihak kepolisian menaksir total kerugian mencapai Rp30 juta.
Pascakejadian, bangkai mobil yang melintang dan menghalangi sebagian badan jalan langsung dievakuasi menggunakan mobil derek oleh petugas Polsek Luragung yang berkoordinasi dengan Unit Laka Lantas Polres Kuningan guna mencegah kemacetan panjang.
Melihat tingginya risiko mengemudi dalam keadaan lelah, AKP Taufan Alamsyah kembali membunyikan alarm peringatan bagi para pengendara yang melintas di jalur rawan.
“Musuh terbesar pengemudi jarak jauh adalah memaksakan diri. Kami tidak henti-hentinya mengimbau, jika mata sudah terasa berat atau badan lelah, segera cari area aman untuk beristirahat. Jangan ambil risiko yang bisa mengorbankan nyawa Anda dan orang lain,” tegasnya. (Nars)

























