KUNINGAN – Rencana pergerakan massa HMI Kuningan untuk “menguliti” kasus Tuntutan Ganti Rugi dan dugaan skandal Taspen di tubuh pemerintah daerah mendadak tertunda. Keputusan batal kepung kantor bupati ini terpaksa diambil oleh Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kuningan pada Senin (27/4/2026).
Pembatalan ini menyusul orang nomor satu di Kuningan tersebut mengirimkan surat permohonan penundaan karena harus menjalankan tugas ke Jakarta.
- Hadapi Ancaman Karhutla Musim Kemarau, Pemadam Kebakaran Kuningan Hanya Miliki 2 Unit Mobil Pancar Layak Pakai
- Dramatis! Kalahkan DPMM FC 1-0, Persib Bandung Resmi Kantongi Tiket Semifinal Piala Presiden 2026
- Babak Pertama Piala Presiden 2026: Gol Teranulir dan Jual Beli Serangan Warnai Duel Persib vs DPMM FC
- Kuningan Bidik Status Pusat Ekonomi Baru Jabar Timur, Siapkan 1.026 Hektare Lahan Industri
- Dugaan Masalah Tunjangan, Lima Anggota DPRD Kuningan Diperiksa Maraton oleh Kejari
Sikap batal kepung kantor bupati di kawasan Kuningan Islamic Center ini tentunya memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat. Menyadari hal tersebut, Ketua Umum HMI Cabang Kuningan, Muhamad Naufal Haris, langsung menepis isu miring yang menyebut gerakan mahasiswa telah “masuk angin”, ditekan, atau mendapat intimidasi dari pihak penguasa.
Naufal menjelaskan bahwa langkah batal kepung bupati merupakan murni bentuk strategi taktis untuk mendapatkan hasil dialog yang lebih maksimal. Pihaknya memilih menghargai iktikad baik dari pemerintah daerah yang mengirimkan surat penundaan secara resmi.
Dalam suratnya, kepala daerah beralasan sedang ada agenda kedinasan di ibu kota dan meminta agar audiensi dijadwalkan ulang agar bisa berdialog secara tatap muka.Menurut pimpinan mahasiswa tersebut, menyuarakan tuntutan tanpa kehadiran pengambil kebijakan utama akan membuang banyak energi secara sia-sia.
Oleh karena itu, opsi batal kepung bupati untuk sementara waktu dinilai lebih rasional demi memastikan tuntutan transparansi terkait karut-marut di Dinas Pendidikan tidak hanya menguap di udara, melainkan mendapat jawaban langsung yang terukur dan konkret.
Meski hari ini massa aksi batal kepung bupati, Naufal memastikan perlawanan mereka sama sekali belum padam. HMI Kuningan berkomitmen penuh untuk terus mengawal ketat penyelesaian isu Tuntutan Ganti Rugi dan dugaan penyalahgunaan dana Taspen, serta bersiap merapatkan barisan kembali segera setelah sang bupati kembali menjejakkan kaki di Kabupaten Kuningan.(Nars)














