Budaya Kuningan Ragam

Keunikan Pasar Renteng Cibogo Kuningan: Lestarikan Budaya Sunda Lewat Transaksi Koin

KUNINGAN — Upaya pelestarian budaya Sunda Buhun kembali menggeliat di Kabupaten Kuningan. Masyarakat dan pemuda Kampung Cibogo, Desa Kadugede, sukses menggelar “Pasar Renteng”, sebuah panggung pelestarian tradisi yang menghadirkan pengalaman masa lalu ke era modern pada Kamis (21/5/2026).

Destinasi wisata budaya ini menawarkan keunikan tersendiri. Alih-alih menggunakan mata uang rupiah, pengunjung diwajibkan melakukan transaksi menggunakan “Koin Bogo”. Alat tukar khusus ini harus ditukarkan terlebih dahulu oleh pengunjung di pintu masuk kawasan pasar.

Di sepanjang area pasar bernuansa asri ini, warga lokal menjajakan aneka hasil bumi segar dan produk UMKM unggulan. Tidak hanya itu, perabotan rumah tangga berbahan anyaman bambu yang sarat akan kearifan lokal turut dipamerkan dan diperjualbelikan. Perpaduan aroma kuliner khas pedesaan dengan sejuknya alam Kadugede berhasil memberikan pengalaman budaya yang autentik bagi para pengunjung.

Tokoh pemuda Kampung Cibogo, Akbar, menuturkan bahwa inisiatif ini sengaja dihadirkan sebagai ruang pelestarian sekaligus medium untuk memperkenalkan kekayaan tradisi setempat. Terlebih, acara ini bertepatan dengan kunjungan istimewa dari pegiat seni lintas daerah.

“Pasar Renteng ini agendanya digelar dalam momentum menyambut tamu dari Koalisi Seni dan Cross Culture Collaboration (CCC) Lintas Batas. Mereka berkunjung ke Kampung Cibogo untuk melihat langsung kebudayaan yang ada di sini,” ungkap Akbar.

Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Kuningan Tetapkan Retribusi Puskesmas Dihapus dan Tetap Gratis

Akbar menjelaskan, penggunaan Koin Bogo bukanlah sekadar gimmick, melainkan simbol perlawanan damai masyarakat dalam menjaga agar nilai budaya Sunda tidak tergerus modernisasi.

“Konsep utama Pasar Renteng ini adalah mengenalkan kebudayaan Sunda Buhun. Jadi, seluruh transaksi di dalam area pasar wajib memakai Koin Bogo yang ditukar di depan,” jelasnya.

Semangat luhur tersebut semakin kental terasa lewat penampilan para pemuda setempat. Mereka kompak mengenakan pakaian bermotif batik, ikat kepala tradisional (totopong), serta kaus bertuliskan “Ngajaga Tradisi, Ngariksa Budaya” (Menjaga Tradisi, Merawat Budaya). Kalimat tersebut menjadi cerminan tekad warga dalam merawat warisan leluhur.

Selain daya tarik Pasar Renteng, eksistensi Kampung Cibogo rupanya telah lama dikenal sebagai benteng pertahanan kesenian Goong Renteng. Kesenian musik tradisional Sunda Buhun ini dimainkan menggunakan seperangkat gong dan alat tabuh khusus yang menghasilkan ritme magis bernilai spiritual tinggi.

Dalam keseharian masyarakat Cibogo, irama Goong Renteng tidak hanya dianggap sebagai tontonan, melainkan tuntunan. Kesenian ini rutin dipentaskan dalam berbagai ritual adat, hajat syukuran desa, hingga upacara penyambutan tamu kehormatan.

Pesona Embun Sangga Langit, Wisata Kuningan Rasa Hotel Berbintang di Tengah Alam

Melalui perhelatan Pasar Renteng, masyarakat Cibogo menaruh harapan besar agar denyut tradisi ini terus hidup. Bukan hanya sebagai tontonan sesaat, tetapi menjadi warisan lintas generasi yang gaungnya dikenal luas oleh generasi muda dan pegiat seni di seluruh Nusantara. (Nars)

× Advertisement
× Advertisement