KUNINGAN — Catat baik-baik buat warga Kuningan. Satlantas Polres Kuningan akan menindak 11 jenis pelanggaran lalu lintas selama Operasi Patuh Lodaya 2026 yang digelar 8-21 Juni 2026 selama 14 hari.


Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar melalui Kasat Lantas AKP Aktuin Moniharapon, Sabtu (6/6/2026), menyebut 11 pelanggaran itu jadi prioritas karena paling rawan memicu kecelakaan.
Berikut 11 Pelanggaran Sasaran Operasi Patuh Lodaya 2026:
1. Tak pakai sabuk pengaman – Baik sopir maupun penumpang depan wajib pakai seatbelt.
- Besok Jemaah Haji Kuningan Tiba, Kawasan KIC Disterilkan: PKL & Mobil Penjemput Dilarang Masuk
- Proton FC Kuningan Sapu Bersih Regular Series PFL 2, Lolos ke Final Four dengan Status Juara
- Hafalkan! 11 Pelanggaran Ini Jadi Target Tilang Operasi Patuh Lodaya 2026 di Kuningan
- Operasi Patuh Lodaya 2026 Digelar 14 Hari, Polisi Kuningan Gencar Tilang Knalpot Brong & Pengguna HP
- Jambret Nmax di Sindangagung Digulung Polisi, Pelaku Intai Korban Sejak Ambil Uang di ATM
2. Main HP saat berkendara – Membalas chat atau telponan sambil nyetir langsung ditilang.
3. Terobos lampu merah & langgar marka – Termasuk berhenti di zebra cross.
4. Kebut-kebutan – Melebihi batas kecepatan yang ditentukan.
5. Melawan arus – Masih banyak pengendara motor ambil jalan pintas melawan arus.
6. Tak pakai helm SNI – Helm cetok atau helm proyek tidak berlaku.
7. Boncengan lebih dari 1 orang – Motor cukup untuk 2 orang saja.
8. Pelat nomor tidak sesuai spek – Ukuran, warna, dan tulisan harus sesuai aturan.
9. Pakai knalpot brong/bising – Knalpot yang mengganggu dan tidak standar pabrik jadi sasaran.
10. Kendaraan tidak sesuai spek teknis – Modifikasi berlebihan yang membahayakan.
11. Kelengkapan kendaraan tidak ada – Spion, lampu sein, lampu rem wajib lengkap dan fungsi.
“Sejak jauh hari kami sudah sosialisasi lewat spanduk, brosur, medsos, sampai ke sekolah dan komunitas motor. Biar masyarakat paham sebelum operasi jalan,” jelas AKP Aktuin.
ETLE & Tilang Manual Jalan Bareng
Operasi mengusung tema penegakan hukum elektronik via ETLE. Tapi polisi tetap turun ke Jalan Siliwangi, Ir. H. Juanda, R.E. Martadinata, Ir. Dr. Soekarno, dan Moh. Toha untuk tilang manual pelanggaran kasat mata.
Untuk jalur rawan laka seperti Kuningan-Ciamis, Kuningan-Cirebon, dan Eyang Hasan Maolani, petugas bakal lebih intens memantau.
“Kami tetap humanis. Dahulukan teguran dan edukasi. Tapi untuk pelanggaran yang berpotensi laka, tilang tetap kami lakukan,” tegas Kasat Lantas.
AKP Aktuin mengimbau pengendara lengkapi surat-surat, gunakan helm SNI, sabuk pengaman, dan tinggalkan HP saat berkendara. “Tertib lalu lintas itu buat keselamatan kita bersama,” tandasnya.














