

KUNINGAN – Sifat hasud atau dengki merupakan penyakit hati berbahaya yang dapat menyerang siapa saja, mulai dari rakyat biasa, tokoh masyarakat, hingga pejabat. Dalam ajaran Islam, sifat ini tidak hanya memicu kerusakan hubungan sosial bermasyarakat, tetapi juga mampu menghancurkan amal kebaikan seseorang layaknya api yang melahap habis kayu bakar.
Akar dari penyakit hasud sejatinya sudah ada sejak penciptaan manusia pertama. Hal ini tergambar dari penolakan Iblis saat diperintahkan bersujud kepada Nabi Adam AS karena merasa dirinya jauh lebih mulia.
- Awas Penyakit Hati! Ini Bahaya Sifat Hasud dan Cara Mengatasinya Menurut Kitab Tanbihul Ghafilin
- Soroti Ambisi Aklamasi Muscab Demokrat Kuningan, Dugaan Kader Senior Didepak, 2029 Terancam Nol Kursi!
- Akses Desa Gunung Manik Mulus, TMMD Kodim Kuningan Resmi Tuntas
- Tiga Hari Ikuti “Ngabela Nagara” Bakesbangpol Jabar, Tina Wiryawati Soroti Apatisme Gen Z
- Soal Pembangunan Cisantana dan Isu “RTRW Pesanan Investor”, DPRD Kuningan Minta Pemkab Dipertanyakan
Rasa dengki sering kali muncul bukan akibat kesalahan orang lain, melainkan karena hati yang menolak takdir dari Allah SWT. Ketika melihat orang lain mendapatkan nikmat, kekayaan, atau keberhasilan, hati menjadi gelisah dan membanding-bandingkan nasib.
Padahal, rezeki dan bagian hidup setiap manusia sudah diatur secara mutlak oleh Sang Pencipta.
Setiap individu memiliki jatah rezekinya masing-masing. Nikmat yang diberikan kepada orang lain belum tentu berakibat baik jika diberikan kepada kita. Sebaliknya, hal yang tidak diberikan kepada kita bisa jadi merupakan bentuk perlindungan langsung dari Allah SWT.
Obat paling ampuh untuk menangkal penyakit dengki adalah menanamkan rasa rida dan bersyukur. Orang yang rida akan senantiasa merasa tenang meski hartanya tidak berlimpah. Sementara itu, orang yang bersyukur akan selalu merasa cukup dengan apa pun yang ia miliki.
Saat melihat orang lain meraih kesuksesan, umat Islam dianjurkan untuk mendoakan kebaikan bagi orang tersebut, bukan justru memendam rasa kesal atau membandingkan pencapaian. Kesuksesan orang lain dipastikan tidak akan pernah mengurangi porsi rezeki yang telah ditetapkan Allah untuk kita.
Jika seseorang mendengki kepada ahli surga (orang yang dimuliakan Allah), hal tersebut adalah kesia-siaan. Begitu pula jika mendengki kepada ahli neraka (orang yang dihinakan Allah), hal itu sama sekali tidak ada gunanya. Langkah yang tepat adalah memohon karunia kepada Allah sebagaimana Dia memberikannya kepada orang lain, seraya memohon perlindungan dari siksa neraka.
Sebagai manusia biasa yang tidak luput dari dosa, penyakit hasud bisa datang kapan saja. Merujuk pada keterangan dalam kitab Tanbihul Ghafilin (hal. 63-64), Rasulullah SAW pernah menyebutkan bahwa ada tiga sifat yang sulit dihindari oleh manusia, yakni buruk sangka, hasud, dan merasa takut sial terhadap suatu perkara.
Namun, Rasulullah SAW juga memberikan solusi agar umatnya selamat dari ketiga hal tersebut:
1. Jika merasa hasud, jangan pernah diwujudkan dalam tindakan atau diucapkan. Selama dengki itu hanya tertahan di dalam hati, Insyaallah akan mendapat ampunan dari Allah.
2. Jika berburuk sangka, jangan diucapkan dan jangan sengaja menyelidikinya hanya untuk mencari pembenaran.
3. Jika merasa waswas atau takut sial saat hendak melakukan sesuatu, jangan mundur atau membatalkan niat. Teruskanlah langkah untuk memenuhi keperluan tersebut dengan bertawakal kepada Allah.
Dengan menjaga lisan dan perbuatan, serta memperbanyak rasa rida terhadap ketetapan-Nya, hati akan menjadi lebih tenang dan terhindar dari rusaknya amal kebaikan. (Nars)


