

KUNINGAN – Di balik tingginya tembok penjara, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kuningan terus berupaya membekali para warga binaannya dengan keterampilan mandiri. Berbagai program pemberdayaan dan ketahanan pangan terpantau berjalan aktif, meski pihak lapas masih harus menghadapi tantangan berupa keterbatasan sarana dan prasarana.


Hal ini terungkap dalam kunjungan perwakilan rakyat dari Fraksi Gerindra, Sri Laelasari, ke Lapas Kuningan. Saat meninjau fasilitas pembinaan, Sri melihat langsung para narapidana yang tengah diajarkan berbagai keterampilan, seperti memproduksi peci, kopiah, dan roti, serta mengoperasikan mesin jahit.
- Keterbatasan Anggaran Tak Halangi Lapas Kuningan Berdayakan Warga Binaan Lewat Program Ketahanan Pangan
- Pastikan Tak Ada Sel Istimewa, Perwakilan Rakyat Apresiasi Ketegasan Lapas Kuningan Berantas Narkoba
- Arahan Presiden Prabowo, MPA Silihwangi Majakuning Cegah Karhutla di Lereng Ciremai, Warga Bangun Embung Air hingga ‘Green Belt’
- Kursi Ketua Gerindra Kuningan Ditentukan Rapor Kinerja, Bukan Riuh Dukungan Daerah
- Dinkes Kuningan Perketat Surveilans ISPA, Masyarakat Diimbau Waspada Influenza A
Meskipun program berjalan dengan baik, Sri memberikan catatan khusus terkait minimnya dukungan anggaran dan alat kerja yang dinilai masih menjadi sisi kelemahan (minus) dari program tersebut.


“Di luar program kerajinan tangan, Lapas Kuningan juga sukses menjalankan program ketahanan pangan dari tahun ke tahun. Fasilitas tersebut meliputi area peternakan ayam petelur, perkebunan sayuran, hingga kolam perikanan, ” ujar Sri Laelasari di lokasi pertanian Lapas Kuningan, Selasa (29/9/2026).
Sri secara khusus melihat potensi besar di sektor perikanan karena didukung oleh kualitas air yang sangat baik di kawasan tersebut. Ia pun mendorong agar lahan lapas yang masih luas dapat dimaksimalkan penggunaannya ke depan.
Selain itu, Sri juga mengapresiasi program peternakan sapi yang sedang dilaksanakan Lapas Kuningan dengan memberdayakan warga binaannya. Sehingga ke depan mereka akan bisa meningkatkan dan mengaplikasikan keterampilan serta kemampuan beternak sapi saat mereka ke luar dari lembaga pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kuningan, Eries Sugianto menyambut baik masukan terkait peningkatan kegiatan program pembinaan tersebut. Ia mengakui masih banyak lahan di area luar lapas yang belum dioptimalkan sepenuhnya.
Ke depannya, Kalapas berharap hasil budidaya dari program pemberdayaan ini tidak hanya membekali warga binaan dengan keahlian, tetapi juga mampu memberikan tambahan penghasilan ekonomi bagi para narapidana itu sendiri. (NARS)



