

KUNINGAN – Di tengah isu miring di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kuningan, Ketua DPD KNPI Kuningan Ahmad Jayadi membuktikan bahwa organisasi kepemudaan ini masih solid. Melalui agenda silaturahmi dan buka bersama yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan, Kamis (27/3), Kang Ajay, sebutan Ahmad Jayadi, menegaskan bahwa kebersamaan dan sinergi tetap terjaga di antara pengurus.
- Kebakaran Rumah Makan Ali Action di Taman Kota Kuningan Padam Cepat karena Kesigapan Petugas
- Tiga Macan Tutul Terekam Kamera Trap di Ciremai, Bagaimana Nasib Slamet Ramadhan?
- Cegah Karhutla Meluas, BTNGC Terbangkan Drone Tiap Jam dan Tutup Jalur Pendakian Ciremai
- Cegah Kenakalan Remaja dan Bullying, Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati Gagas Program Edukasi Interaktif Pelajar di Kuningan
- Siapkan Generasi Emas 2045, Bakesbangpol Jabar Tanamkan Karakter ‘Ngabela Nagara’ pada Pemuda Kuningan
Sebelumnya, sejumlah Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI sempat mempertanyakan kepemimpinan Jayadi dan mengkritisi kurangnya koordinasi dalam menjalankan program-program organisasi. Namun, dalam acara yang dihadiri oleh seluruh DPK KNPI se-Kabupaten Kuningan tersebut, Jayadi menunjukkan bahwa komunikasi dan kebersamaan antar-pengurus tetap berjalan baik.
“Silaturahmi ini menjadi bukti bahwa KNPI Kuningan tetap solid. Kita ingin memastikan bahwa seluruh elemen kepemudaan tetap bersatu untuk bersama-sama membangun daerah,” ujar Ajay dalam sambutannya.


Kegiatan ini pun menjadi momentum penting bagi para pengurus untuk berdiskusi dan menyamakan visi dalam memperkuat peran KNPI sebagai wadah pemuda di Kabupaten Kuningan. Beberapa pengurus DPK yang sebelumnya mengkritisi kepemimpinan Jayadi mengakui bahwa forum ini menjadi ruang untuk memperjelas arah dan strategi organisasi ke depan.
Selain mempererat kebersamaan, acara ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan program-program yang telah dan akan dijalankan oleh DPD KNPI Kuningan. Dengan kebersamaan yang kembali ditekankan dalam pertemuan ini, diharapkan KNPI Kuningan tetap menjadi organisasi yang kuat dan berperan aktif dalam pembangunan daerah. (Nars)



