KUNINGAN – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di gedung DPRD Kuningan, di mana sebuah benda yang diduga bom molotov ditemukan di area gedung, menyebabkan satu kaca jendela di bagian timur pecah. Peristiwa ini terjadi setelah aksi demonstrasi yang dilakukan oleh elemen mahasiswa pada Jumat (29/8) kemarin.
- Menyambut Tahun Baru Islam, Umat Islam Diimbau Perkuat Refleksi Lewat Doa Akhir dan Awal Tahun
- Masih Banyak Kendala Sistem Zonasi PMB di Jabar, Legislator Gerindra Minta Pendidikan Tidak Dijadikan Ajang Coba-Coba
- Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati: Program Sekolah Maung Bisa Sukses dengan Validitas Data Siswa
- Sentuhan Gotong Royong SPPG Bakom Sulap SDN 1 Sagarahiang Jadi Lebih Berwarna
- Ditanya Soal “Lobi” BPK demi Status WTP, Bupati Kuningan Kasih Jawaban Menohok
Saat dikonfirmasi, Sekretaris DPRD Kuningan, Deni Hamdani, membenarkan penemuan benda tersebut. Ia menduga bahwa pelemparan bom molotov ini terjadi pada hari yang sama dengan aksi unjuk rasa.
Deni Hamdani menyatakan, insiden ini telah ditangani sepenuhnya oleh pihak kepolisian Polres Kuningan. “Iya sudah ditangani pihak kepolisian. Peristiwanya diduga kemarin,” ujarnya.
Berdasarkan pemantauan di lokasi, terlihat bahwa salah satu kaca jendela di bagian timur gedung pecah. Pecahan kaca tersebut tampak sudah dibersihkan oleh petugas. Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai pelaku atau motif di balik insiden pelemparan ini. (Nars)














