KUNINGAN – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di gedung DPRD Kuningan, di mana sebuah benda yang diduga bom molotov ditemukan di area gedung, menyebabkan satu kaca jendela di bagian timur pecah. Peristiwa ini terjadi setelah aksi demonstrasi yang dilakukan oleh elemen mahasiswa pada Jumat (29/8) kemarin.
- Muncul Rumor Lahgun Narkoba, BNN Kabupaten Kuningan Siap Tes Urine Anggota Dewan
- Jurus PNM Cirebon Bikin Ratusan Emak-Emak UMKM Naik Kelas dan Kebal Pinjol Ilegal
- Wakil Bupati Kuningan Dorong Sinergi Pembangunan dan Sukseskan PTSL dalam Konsolidasi APDESI Merah Putih
- Reshuffle Kabinet Prabowo, Wajah Baru dan Yang Kembali
- Punya Sertifikat! Tembakau Kuningan Naik Kelas, Tak Bisa Lagi Diklaim Daerah Lain
Saat dikonfirmasi, Sekretaris DPRD Kuningan, Deni Hamdani, membenarkan penemuan benda tersebut. Ia menduga bahwa pelemparan bom molotov ini terjadi pada hari yang sama dengan aksi unjuk rasa.
Deni Hamdani menyatakan, insiden ini telah ditangani sepenuhnya oleh pihak kepolisian Polres Kuningan. “Iya sudah ditangani pihak kepolisian. Peristiwanya diduga kemarin,” ujarnya.
Berdasarkan pemantauan di lokasi, terlihat bahwa salah satu kaca jendela di bagian timur gedung pecah. Pecahan kaca tersebut tampak sudah dibersihkan oleh petugas. Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai pelaku atau motif di balik insiden pelemparan ini. (Nars)




























