KUNINGAN – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di gedung DPRD Kuningan, di mana sebuah benda yang diduga bom molotov ditemukan di area gedung, menyebabkan satu kaca jendela di bagian timur pecah. Peristiwa ini terjadi setelah aksi demonstrasi yang dilakukan oleh elemen mahasiswa pada Jumat (29/8) kemarin.
- Lawan Fluktuasi Harga Pasar, Emak-Emak Kuningan Sulap Pekarangan Jadi ‘Supermarket’ Hidup
- Kalahkan Kota Bandung, Promosi Digital Disporapar Kuningan Sabet Predikat Terbaik se-Jabar di SWJ Award
- Bupati Mangkir Temui Massa, HMI Kuningan Ancam Kepung Pemda dalam Aksi Jilid Dua
- Survei Poltracking Tempatkan Elektabilitas PKB di Posisi Keempat Nasional, DPC Kuningan Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
Saat dikonfirmasi, Sekretaris DPRD Kuningan, Deni Hamdani, membenarkan penemuan benda tersebut. Ia menduga bahwa pelemparan bom molotov ini terjadi pada hari yang sama dengan aksi unjuk rasa.
Deni Hamdani menyatakan, insiden ini telah ditangani sepenuhnya oleh pihak kepolisian Polres Kuningan. “Iya sudah ditangani pihak kepolisian. Peristiwanya diduga kemarin,” ujarnya.
Berdasarkan pemantauan di lokasi, terlihat bahwa salah satu kaca jendela di bagian timur gedung pecah. Pecahan kaca tersebut tampak sudah dibersihkan oleh petugas. Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai pelaku atau motif di balik insiden pelemparan ini. (Nars)
























