KUNINGAN – Ruang belajar yang nyaman dan asri merupakan salah satu kunci utama kelancaran proses pendidikan. Berangkat dari kesadaran tersebut, SPPG Bakom Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan menggelar aksi bakti sosial untuk mempercantik lingkungan SDN 1 Sagarahiang, di kecamatan yang sama.
Aksi peduli lingkungan sekolah ini terbukti ampuh mengubah wajah institusi pendidikan tersebut menjadi jauh lebih segar. Para relawan SPPG Bakom secara sukarela turun tangan memoles sejumlah fasilitas sekolah yang kondisinya mulai memakan usia.
- Masih Banyak Kendala Sistem Zonasi PMB di Jabar, Legislator Gerindra Minta Pendidikan Tidak Dijadikan Ajang Coba-Coba
- Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati: Program Sekolah Maung Bisa Sukses dengan Validitas Data Siswa
- Sentuhan Gotong Royong SPPG Bakom Sulap SDN 1 Sagarahiang Jadi Lebih Berwarna
- Ditanya Soal “Lobi” BPK demi Status WTP, Bupati Kuningan Kasih Jawaban Menohok
- Siasati Keterbatasan APBD, Bupati Dian Sebut BAZNAS Sebagai ‘Tangan Kiri’ Pemerintah yang Fleksibel
“Lewat sapuan kuas dan cat baru, sudut-sudut bangunan yang tadinya tampak kusam kini tampil lebih semarak dan sedap dipandang mata,” ujar Korwil SPPI Kuningan, Dandi Nainggolan, saat dikonfirmasi di lokasi.
Inisiatif ini, menurutnya, jelas bukan sekadar ajang bersih-bersih dan mengecat tembok semata. Terdapat misi mendalam di balik gerakan tersebut.
Sementara itu, Kepala SPPG Bakom, Nurjaman Melik menyebutkan pihaknya meyakini bahwa atmosfer sekolah yang rapi, ceria, dan penuh warna akan berdampak positif pada psikologis anak-anak. Lingkungan yang tertata apik dipercaya mampu mendongkrak gairah serta motivasi para siswa saat mengikuti kegiatan belajar mengajar setiap harinya.
“Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi potret nyata betapa tingginya rasa kepemilikan warga terhadap fasilitas pendidikan di desa ini,” ujar Kepala Desa Sagarahiang, Airka, menambahkan.
Keterlibatan langsung dapur MBG seperti SPPG Bakom mengirimkan pesan kuat bahwa tanggung jawab merawat aset sekolah tak melulu harus dibebankan pada pundak guru atau pemerintah daerah, melainkan butuh sinergi dari lingkungan sekitar.Kolaborasi yang terjalin apik di Sagarahiang ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini saja.
Gerakan serupa diharapkan bisa memantik inspirasi bagi desa-desa lain di wilayah Kuningan agar semangat gotong royong merawat sekolah terus menular demi menciptakan ekosistem belajar yang ideal bagi generasi penerus. (Nars)















