KUNINGAN – Rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar di Kuningan pada Ahad (31/8/2025) menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga. Menyusul insiden kekerasan yang terjadi di beberapa daerah, masyarakat berharap aksi yang direncanakan oleh “Kuningan Melawan” ini dapat berlangsung aman dan tidak anarkis.
- Tingkatkan Keandalan Jaringan, PLN Jadwalkan Pemadaman Listrik di Sejumlah Wilayah Besok
- Aturan KDMP Kuningan Ketat: Belum 100% Jadi, Bantuan Tak Cair
- Kebakaran Kandang Ayam di Nusaherang, Kerugian Ditaksir Rp120 Juta
- Prakiraan BMKG Meleset? Ini Penyebab Kemarau Kuningan 2026 Tertunda dan Jadwal Terbarunya
- Tingkatkan Taraf Ekonomi Desa, Wabup Kuningan Dorong Inovasi Olahan Buah Kesemek di Gunung Sirah
Maman, salah seorang warga Kuningan, mengungkapkan kekhawatirannya. Ia berharap para demonstran tidak terpancing untuk melakukan tindakan anarkis yang bisa merugikan masyarakat.
“Penyampaian aspirasi di muka umum memang menjadi hak semua warga negara, namun jangan sampai membuat kerusakan yang akhirnya merugikan masyarakat sendiri,” katanya.
Menurut Maman, kekhawatiran ini semakin besar setelah beredarnya ajakan aksi yang viral di media sosial. Ia juga mengimbau agar para pendemo berhati-hati terhadap kemungkinan adanya penyusup yang bisa memprovokasi kericuhan.
Informasi yang beredar menyebutkan, aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan Kuningan Melawan ini akan digelar di gedung DPRD Kuningan. Massa dengan kode pakaian serba hitam akan berkumpul di sekitar Pandapa Paramarta Kuningan mulai pukul 14.00 WIB.
Rencana aksi ini datang setelah unjuk rasa elemen mahasiswa di Mapolres Kuningan pada Jumat (29/8) sebelumnya. Masyarakat berharap, aksi besok dapat berjalan damai dan aspirasi yang disampaikan bisa diterima tanpa harus menimbulkan kerugian. (Nars)













