KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan berencana meresmikan Rintisan Sekolah Rakyat (SR) pada 25 September 2025. Peresmian ini akan menandai beroperasinya sekolah unggulan berbasis asrama yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan di wilayah tersebut.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengatakan bahwa semua persiapan harus sudah matang sebelum peresmian.
“Sekolah Rakyat ini akan kita jadikan sekolah unggulan dengan guru pilihan dan program keunggulan di bidang olahraga, wisata, seni, dan budaya,” kata Dian seusai rapat koordinasi di Pendopo Kabupaten Kuningan, Senin (15/9/2025).
Menurutnya, seluruh aspek, mulai dari sumber daya manusia (SDM), sarana, hingga prasarana, harus siap agar kegiatan belajar mengajar dapat dimulai pada 29 September mendatang.
- Tiga Hari Pencarian Nihil, Tim SAR Hentikan Sementara Susur Sungai dalam Kasus Hilangnya Parmo di Kuningan
- Borneo FC Mengintai Puncak Klasemen dengan Tabungan Laga, Misi Balas Dendam untuk Persita Digelar Malam Ini
- Gadis 21 Tahun Asal Ciawigebang Hilang Usai Dijemput Motor, Ini Ciri-cirinya!
- Niat Hati Menolong, Sebar Foto KTP Hilang di Medsos Justru Rawan Pencatutan Identitas
- Djoni Toat Muljadi Kembali Pimpin FOBI Jabar, Fokus Bidik Kesuksesan Porprov XV 2026
Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, menambahkan bahwa seluruh perangkat daerah telah diberi arahan untuk menuntaskan persiapan. Dukungan juga datang dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI, yang sudah menyetujui proposal terkait SR.
Kepala Dinas Sosial, Toto Toharudin, menyampaikan bahwa Kemensos akan mengirimkan tiga guru dari pusat. Sementara itu, tenaga pendukung seperti wali asuh, tenaga medis, dan staf tata usaha disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan.
“Tiga guru akan dikirim dari pusat, sementara tenaga pendukung disiapkan oleh daerah,” ujar Toto.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, yang memimpin rapat, menegaskan bahwa kehadiran SR bukan hanya sebagai sekolah berasrama, tetapi juga sebagai ikhtiar untuk menanamkan nilai disiplin, kemandirian, dan kecintaan pada budaya lokal sejak dini.
“SR ini adalah sebuah ikhtiar besar. Karena itu, koordinasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) wajib terjaga. Saya yakin jika kita bergerak serempak sesuai peran masing-masing, SR akan menjadi wajah baru pendidikan Kuningan yang membanggakan,” kata Wahyu.
Sementara itu, sebanyak 90 siswa telah diverifikasi, terdiri dari 75 siswa jenjang SMP dan 15 siswa jenjang SD. Mereka dijadwalkan masuk asrama mulai 29 September setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, dan keesokan harinya akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). (Nars)

















