

KUNINGAN – Keamanan siber Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali menjadi sorotan tajam. Alih-alih menyajikan informasi pelayanan publik, subdomain milik Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kuningan justru “dibajak” menjadi sarana promosi judi online (judol).Insiden memalukan ini terungkap pada Selasa (23/12/2025).
Laman resmi dengan alamat https://sinyaman-dinsosku.kuningankab.go.id, yang seharusnya menjadi portal pelayanan kesejahteraan sosial, tidak dapat diakses sebagaimana mestinya.
- Jaga Kebugaran Wakil Rakyat, DPRD Kuningan Gelar Medical Check Up, Puluhan Anggota Dewan Ditest Urine
- Meski Dipangkas Ratusan Miliar, DPRD Kuningan Sepakati Perubahan APBD 2026 dan Beri Catatan Ini
- Pangkas Rp175 Miliar, Pemkab Kuningan Tetapkan APBD Perubahan 2026
- Komisi IV DPRD Kuningan Respons Lonjakan Pasien Gejala Flu, Pastikan Tidak Ada Penolakan BPJS dan Ketersediaan Obat Aman
- Teka-teki Ketua DPC Gerindra Kuningan, Meski Ada Klaim Pengorbanan Kader, Keputusan Murni di Tangan Prabowo
Saat diklik, tautan tersebut justru melakukan redirect (pengalihan otomatis) ke situs antah berantah dengan alamat landing page mencurigakan yang mempromosikan aplikasi perjudian daring. Selain itu, pada Selasa pagi, induk situs tersebut (kuningankab.go.id) sempat menampilkan status suspended hingga error 404, menandakan adanya gangguan fatal pada server.
Jebolnya pertahanan siber situs berdomain .go.id ini memantik reaksi keras dari Pegiat IT Kuningan, Eko Sudrajat. Ia menilai insiden ini sebagai bukti lemahnya sistem keamanan dan perawatan (maintenance) digital di lingkungan Pemkab Kuningan.
“Ini preseden buruk dan sangat memalukan. Domain .go.id itu marwah pemerintah. Kalau sampai bisa disusupi landing page judol, berarti celah keamanannya menganga lebar. Pertanyaannya, kemana ahli IT atau tim keamanan siber Pemkab Kuningan? Apakah tidak ada monitoring rutin?” kritik Eko, Selasa (23/12/2025).
Eko menduga, peretas memanfaatkan celah kerentanan (vulnerability) pada script website yang jarang diperbarui. Ia mendesak Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) sebagai leading sector untuk tidak hanya pandai membuat aplikasi, tetapi juga serius dalam aspek keamanan data.
“Jangan sampai digitalisasi hanya jadi jargon, tapi keamanannya rapuh. Ini berbahaya, karena bisa saja data masyarakat yang ada di dalamnya ikut dicuri,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, laman tersebut masih belum pulih sepenuhnya dan belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Sosial maupun Diskominfo Kabupaten Kuningan terkait peretasan ini. (Nars)



