

KUNINGAN – Keamanan siber Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali menjadi sorotan tajam. Alih-alih menyajikan informasi pelayanan publik, subdomain milik Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kuningan justru “dibajak” menjadi sarana promosi judi online (judol).Insiden memalukan ini terungkap pada Selasa (23/12/2025).
Laman resmi dengan alamat https://sinyaman-dinsosku.kuningankab.go.id, yang seharusnya menjadi portal pelayanan kesejahteraan sosial, tidak dapat diakses sebagaimana mestinya.
- Bukan Vila Komersial, Ini Fakta Legalitas Bangunan Tina Wiryawati di Cigugur
- OJK Dorong Petambak Garam Cirebon “Naik Kelas”, Targetkan Tembus Pasar Industri Nasional
- Dari Gulma Jadi Berkah Wisata: Strategi Cerdas Desa Cikupa Sulap Eceng Gondok Waduk Darma
- Ketum APDESI Junaedhi Mulyono Tegaskan Organisasi Desa Harus Demokratis dan Perjuangkan Warga
- Dari Desa Termiskin Menjadi Desa Miliarder, Kades Ponggok Tularkan Ilmu Penguatan Bumdes ke Kabupaten Kuningan
Saat diklik, tautan tersebut justru melakukan redirect (pengalihan otomatis) ke situs antah berantah dengan alamat landing page mencurigakan yang mempromosikan aplikasi perjudian daring. Selain itu, pada Selasa pagi, induk situs tersebut (kuningankab.go.id) sempat menampilkan status suspended hingga error 404, menandakan adanya gangguan fatal pada server.
Jebolnya pertahanan siber situs berdomain .go.id ini memantik reaksi keras dari Pegiat IT Kuningan, Eko Sudrajat. Ia menilai insiden ini sebagai bukti lemahnya sistem keamanan dan perawatan (maintenance) digital di lingkungan Pemkab Kuningan.
“Ini preseden buruk dan sangat memalukan. Domain .go.id itu marwah pemerintah. Kalau sampai bisa disusupi landing page judol, berarti celah keamanannya menganga lebar. Pertanyaannya, kemana ahli IT atau tim keamanan siber Pemkab Kuningan? Apakah tidak ada monitoring rutin?” kritik Eko, Selasa (23/12/2025).
Eko menduga, peretas memanfaatkan celah kerentanan (vulnerability) pada script website yang jarang diperbarui. Ia mendesak Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) sebagai leading sector untuk tidak hanya pandai membuat aplikasi, tetapi juga serius dalam aspek keamanan data.
“Jangan sampai digitalisasi hanya jadi jargon, tapi keamanannya rapuh. Ini berbahaya, karena bisa saja data masyarakat yang ada di dalamnya ikut dicuri,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, laman tersebut masih belum pulih sepenuhnya dan belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Sosial maupun Diskominfo Kabupaten Kuningan terkait peretasan ini. (Nars)



