KUNINGAN – Keamanan siber Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali menjadi sorotan tajam. Alih-alih menyajikan informasi pelayanan publik, subdomain milik Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kuningan justru “dibajak” menjadi sarana promosi judi online (judol).Insiden memalukan ini terungkap pada Selasa (23/12/2025).
Laman resmi dengan alamat https://sinyaman-dinsosku.kuningankab.go.id, yang seharusnya menjadi portal pelayanan kesejahteraan sosial, tidak dapat diakses sebagaimana mestinya.
- Perburuan Gelar ISL Makin Panas: Tekuk Bali United 3-2, Borneo FC Samai Poin Persib Bandung
- Gol Indah Mario Peralta Samakan Kedudukan 1-1, Laga Sengit Bali United vs Borneo FC Masih Berlangsung
- Selasa Besok PLN ULP Kuningan Lakukan Pemeliharaan Jaringan di Kuningan Timur, Ini Lokasinya
- Meriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Cirebon, Kuningan Usung Eksotisme Tradisi Kawin Cai
- Kuasai Segiri, Persib Bandung Bungkam Persija 2-1 dan Kokoh di Puncak Klasemen
Saat diklik, tautan tersebut justru melakukan redirect (pengalihan otomatis) ke situs antah berantah dengan alamat landing page mencurigakan yang mempromosikan aplikasi perjudian daring. Selain itu, pada Selasa pagi, induk situs tersebut (kuningankab.go.id) sempat menampilkan status suspended hingga error 404, menandakan adanya gangguan fatal pada server.
Jebolnya pertahanan siber situs berdomain .go.id ini memantik reaksi keras dari Pegiat IT Kuningan, Eko Sudrajat. Ia menilai insiden ini sebagai bukti lemahnya sistem keamanan dan perawatan (maintenance) digital di lingkungan Pemkab Kuningan.
“Ini preseden buruk dan sangat memalukan. Domain .go.id itu marwah pemerintah. Kalau sampai bisa disusupi landing page judol, berarti celah keamanannya menganga lebar. Pertanyaannya, kemana ahli IT atau tim keamanan siber Pemkab Kuningan? Apakah tidak ada monitoring rutin?” kritik Eko, Selasa (23/12/2025).
Eko menduga, peretas memanfaatkan celah kerentanan (vulnerability) pada script website yang jarang diperbarui. Ia mendesak Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) sebagai leading sector untuk tidak hanya pandai membuat aplikasi, tetapi juga serius dalam aspek keamanan data.
“Jangan sampai digitalisasi hanya jadi jargon, tapi keamanannya rapuh. Ini berbahaya, karena bisa saja data masyarakat yang ada di dalamnya ikut dicuri,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, laman tersebut masih belum pulih sepenuhnya dan belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Sosial maupun Diskominfo Kabupaten Kuningan terkait peretasan ini. (Nars)


