KUNINGAN – Ribuan perangkat desa dari berbagai pelosok Kabupaten Kuningan “tumplek” memadati Lapangan Sepakbola Desa Ancaran dengan seragam khas mereka pada Selasa (23/12/2025) pagi.
Di lokasi tersebut mereka menggelar Apel Akbar Perangkat Desa yang digagas Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kuningan dengan pembina Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy.Tak sekadar melakukan apel dan silaturahmi, para pamong desa ini menunjukkan kekompakan sekaligus menyampaikan rasa lega atas perhatian pemerintah daerah terhadap nasib mereka.
- Masih Banyak Kendala Sistem Zonasi PMB di Jabar, Legislator Gerindra Minta Pendidikan Tidak Dijadikan Ajang Coba-Coba
- Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati: Program Sekolah Maung Bisa Sukses dengan Validitas Data Siswa
- Sentuhan Gotong Royong SPPG Bakom Sulap SDN 1 Sagarahiang Jadi Lebih Berwarna
- Ditanya Soal “Lobi” BPK demi Status WTP, Bupati Kuningan Kasih Jawaban Menohok
- Siasati Keterbatasan APBD, Bupati Dian Sebut BAZNAS Sebagai ‘Tangan Kiri’ Pemerintah yang Fleksibel
Saat dikonfirmasi, Ketua PPDI Kabupaten Kuningan, Ade Sudiman, menyebut apel ini dihadiri sekitar 2.000 orang. Di hadapan ribuan anggotanya, Ade blak-blakan menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kuningan yang dinilai telah menepati janji menyejahterakan perangkat desa.
”Kita kumpul di sini buat silaturahmi sekaligus bersyukur. Terima kasih banyak Pak Bupati, atas keberpihakannya kepada para perangkat desa,” tandasnya.
Tiga aspirasi perangkat desa yang sudah didengar Bupati Kuningan adalah kenaikan Siltap (Penghasilan Tetap) sebesar 8 persen tahun 2024-sekarang. Kemudian, NIPD (Nomor Induk Perangkat Desa) sudah disahkan lewat Perbup, dan seragam kebanggaan berwarna khaki sudah bisa dipakai lagi.
Dengan kesejahteraan yang makin diperhatikan, Ade menegaskan bahwa perangkat desa tidak punya alasan untuk leha-leha. Ia menjamin ribuan anggotanya siap “pasang badan” menjadi garda terdepan menyukseskan program pemerintah, mulai dari pusat hingga daerah.
“Perangkat desa harus hebat biar desanya kuat. Kalau desanya kuat, Kuningan pasti melesat. Kita siap dukung penuh program Pak Bupati, apalagi sekarang kemiskinan turun dan ekonomi warga mulai naik,” tambahnya.
Suasana apel pagi itu juga diwarnai aksi solidaritas yang mengharukan. Tanpa dikomando lama, para perangkat desa melakukan aksi penggalangan dana spontan di lokasi.Dalam waktu singkat, terkumpul dana sekitar Rp9 juta yang akan dikirimkan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera.
Tak cuma peduli yang jauh, mereka juga menyisihkan Rp5 juta untuk membantu Ibu Ruhyati, warga Desa Ancaran yang sedang tertimpa musibah rumah roboh. “Ini murni kepedulian kawan-kawan. Setelah apel bubar, semua langsung balik kanan ke desa masing-masing. Pelayanan ke warga tetap nomor satu, jangan sampai kosong,” sebutnya. (Nars)














