KUNINGAN – Menutup lembaran tahun 2025, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kuningan menggelar refleksi akhir tahun dengan suasana khidmat.


Acara yang digelar serentak se-Indonesia ini diisi dengan pemberian santunan kepada 100 anak yatim sebagai bentuk ikhtiar spiritual mendoakan keselamatan bangsa dan negara.
- Soroti Ketimpangan Inklusi, DPR RI dan OJK Siapkan Mahasiswa Uniku Jadi Penggerak Ekonomi & UMKM
- Waspada Kejahatan Digital, Kepala OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Kuningan Jaga Data Pribadi dan Melek Finansial
- Kick Off Bulan Literasi Keuangan OJK di Uniku, Bupati Ungkap Fakta Darurat Judol dan Pinjol di Kuningan Timur
- Tiga Hari Pencarian Nihil, Tim SAR Hentikan Sementara Susur Sungai dalam Kasus Hilangnya Parmo di Kuningan
- Borneo FC Mengintai Puncak Klasemen dengan Tabungan Laga, Misi Balas Dendam untuk Persita Digelar Malam Ini
Ketua DPD PAN Kuningan, Udin Kusnedi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan instruksi langsung dari DPP PAN untuk dilaksanakan secara serentak. Menurutnya, doa bersama anak yatim menjadi sarana penting untuk memohon agar Indonesia senantiasa dalam kondisi aman dan kondusif memasuki tahun yang baru.
”Ini tujuannya kita sama-sama ingin mendoakan bangsa dan negara ini tetap aman, kondusif, dan para pemimpinnya selalu memikirkan rakyat. Kami punya keyakinan, doa anak-anak yatim itu akan sampai ke Arsy (langit),” ujar Udin Kusnedi, Selasa (30/12/2025).
Dalam munajatnya, Udin juga secara khusus mengajak seluruh kader dan anak yatim untuk mendoakan saudara sebangsa yang tengah tertimpa musibah. Ia menyoroti bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatera dan Aceh sebagai duka bersama di penghujung tahun ini.
“Sebagai sesama muslim dan anak bangsa, kami sangat prihatin. Kami berdoa agar saudara-saudara kita di sana diberi kemudahan dan ketabahan oleh Allah SWT dalam menghadapi ujian ini,” tambahnya.
Selain refleksi spiritual, Udin juga memberikan catatan akhir tahun terkait kondisi ekonomi nasional, khususnya dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menilai ada fenomena menarik saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini, di mana harga kebutuhan pokok justru cenderung stabil bahkan turun, berbeda dengan tren kenaikan harga di tahun-tahun sebelumnya.
Udin menjelaskan bahwa stabilitas harga ini terjadi karena permintaan bahan pokok untuk program MBG sedang terhenti sementara seiring liburnya sekolah. ” Biasanya setiap Nataru harga melonjak tinggi, tapi hari ini justru turun. Ini membuktikan bahwa program MBG sangat berpengaruh menyerap pasar. Hampir 60 persen kebutuhan pokok terserap program ini, sehingga ketika sekolah libur, permintaan turun dan harga pun ikut turun,” jelasnya.
Melalui refleksi ini, Udin berharap kesejahteraan rakyat di tahun mendatang akan semakin terpenuhi dan perputaran roda ekonomi masyarakat, khususnya pedagang dan UMKM, terus membaik seiring berjalannya program-program pemerintah. (Nars)


















