KUNINGAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan dari Fraksi Gerindra, Sri Laelasari, melakukan kunjungan reses ke Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi, pada Rabu (13/8/2025). Dalam kunjungan tersebut, Sri meninjau langsung unit usaha peternakan ayam petelur dan kolam ikan milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Purwa Karya Mandiri.
- 21 Daerah Jabar Raih WTP, Pengumuman LHP BPK Kuningan Ditunda, Kenapa?
- Resmi Naik! Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 Meroket per 10 Juni 2026
- Polemik Dana Pokir PKS Kuningan: Mantan Dewan Soroti Etika Komunikasi, Fraksi Janjikan Evaluasi
- Dramatis, Petugas Gabungan di Kuningan Berhasil Bujuk Seorang Ibu yang Ingin Akhiri Hidup
- Satlantas Kuningan Tunda Jadwal Patuh Lodaya 2026, Polisi: Tertib Berlalu Lintas Jangan Tunggu Ada Operasi
Menanggapi aspirasi dari pengurus BUMDES yang membutuhkan bantuan, Sri Laelasari langsung merealisasikan bantuan dengan menyumbangkan 3000 bibit ikan nila mujair. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung program ketahanan pangan desa.
Dalam kunjungannya, Sri Laelasari memberikan pesan penting terkait pengelolaan usaha BUMDES. Ia menekankan perlunya perhatian terhadap pengelolaan limbah peternakan, agar tidak menimbulkan masalah lingkungan di masa depan, terutama limbah yang berpotensi mencemari sungai di sekitar lokasi usaha.
“Saya hanya menitipkan terkait limbahnya, jangan sampai jadi persoalan ke depan ketika BUMDES ini sudah mulai besar. Saya juga titip hamparan sungai untuk dijaga,” ujar Sri.


Ia juga berpesan agar hasil produksi tidak hanya dijual ke luar, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar sebagai bagian dari program ketahanan pangan.
Selain itu, Sri juga melihat potensi lain di Desa Purwasari, yaitu pengembangan Kopi Gawir. Ia menyatakan siap membantu mempromosikan kopi yang dikelola BUMDES tersebut.
“Insya Allah nanti kalau ini berkembang, kita bisa membantu mempromosikan Kopi Gawir asal Purwasari,” tambahnya.
Sementara, Ketua BUMDES Purwa Karya Mandiri, Maman Rohiman, menjelaskan bahwa unit usaha peternakan ayam petelur dan kolam ikan merupakan bagian dari program ketahanan pangan. Menurutnya, program ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat.
”Awalnya kami berencana ke bidang pupuk, tetapi dialihkan ke program ketahanan pangan, khususnya peternakan ayam petelur,” kata Maman.
Saat ini, peternakan ayam petelur BUMDES tersebut sudah memproduksi sekitar 24 kilogram telur per hari Maman juga menyampaikan bahwa BUMDES membutuhkan bibit ikan untuk mengisi kolam di bawah kandang ayam, yang diharapkan dapat memanfaatkan limbah kotoran ayam sebagai pakan alami.
Aspirasi inilah yang kemudian ditanggapi langsung oleh Sri Laelasari dengan memberikan bantuan bibit ikan nila mujair. BUMDES Purwa Karya Mandiri berharap bantuan ini dapat mempercepat pengembangan unit usaha perikanan mereka. (Nars)














