

KUNINGAN – Anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Kuningan, Yaya, mengingatkan Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk segera mempersiapkan proses pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif sebelum masa kerja Penjabat (Pj) Sekda berakhir pada 8 Februari 2025.
Hal ini disampaikannya untuk memastikan tidak terjadi kekosongan jabatan yang dapat mengganggu jalannya pemerintahan.
“Berdasarkan aturan, pengajuan calon Sekda baru harus dilakukan paling lambat seminggu sebelum masa jabatan Pj Sekda berakhir. Oleh karena itu, saya mendorong agar pemerintah segera mempersiapkan proses ini dengan baik,” ujar Yaya, Rabu (22/1/2025).
- Kritik Keras RAPBD 2027, Golkar Kuningan Soroti Belanja Pegawai Tembus Rp 1,3 Triliun, Anggaran Damkar Miris Hanya Rp 39 Juta
- Kritisi RAPBD 2027, Fraksi PKS: Jangan Jadikan Orang Sakit “Sapi Perah” PAD, Pangkas Anggaran Birokrasi!
- Fraksi PPP-Demokrat: Belanja Modal Cuma 4,4 Persen di RAPBD 2027, Rakyat Jangan Cuma Jadi Penonton
- Anggaran untuk Rakyat Merosot, PKB Kuningan Beri ‘Warning’ Keras Soal Ketimpangan Layanan Kesehatan di RAPBD 2027
- Diklaim Selesai 100 Persen, Proyek Penataan Tugu Bola Dunia Kuningan Diprotes Warga, Atang Cium Aroma Korupsi
Yaya juga mengingatkan bahwa sesuai arahan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya, selama masa transisi pemerintahan, tidak akan ada pelantikan, rotasi, atau mutasi jabatan tanpa konsultasi dan persetujuan kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2024.
“Wamendagri menegaskan bahwa pelantikan pejabat harus dikonsultasikan dengan kepala daerah terpilih dan disertai rekomendasi dari mereka. Hal ini memastikan kebijakan pelantikan sesuai visi dan misi kepala daerah yang baru,” tambah Yaya.
Dirinya juga menyampaikan bahwa masyarakat perlu memberikan waktu bagi kepala daerah terpilih untuk fokus pada proses transisi. Saat ini, kepala daerah terpilih bersama tim sedang mempersiapkan program prioritas, termasuk program 100 hari kerja, serta menjabarkan visi dan misi yang bertujuan membawa Kabupaten Kuningan lebih maju.
“Kita harus mendukung kepala daerah terpilih untuk menyelesaikan berbagai permasalahan strategis di Kuningan,” ujarnya.
Sejumlah permasalahan yang dihadapi Bupati Kuningan yang baru adalah isu gagal bayar, kemiskinan yang masih dialami 130 ribu orang, stunting yang mencapai sekitar 6.000 anak, hingga sarana pendidikan yang mayoritas dalam kondisi rusak atau tidak layak.
Selain itu, Yaya optimistis dengan pengalaman kepala daerah terpilih selama 32 tahun sebagai birokrat, berbagai tantangan tersebut dapat ditangani dengan baik. Yaya mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan dan mendukung kepemimpinan baru yang akan segera dilantik.
Ia berharap, di bawah kepemimpinan kepala daerah terpilih, Kuningan dapat semakin maju dan meninggalkan jejak positif yang akan dikenang masyarakat. “Kita berharap kepemimpinan baru ini mampu membawa Kabupaten Kuningan melesat sesuai jargonnya, ” tandas legislator Dapil 3 Kuningan ini. (Nars)



