KUNINGAN – Angin kencang disertai hujan deras menyebabkan dua rumah di Dusun Kaliwon, Desa Kapandayan, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon tumbang. Peristiwa ini terjadi pada Ahad, 24 Agustus 2025, sekira pukul 15.00 WIB.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Namun, dua rumah mengalami kerusakan pada bagian atapnya. “Satu rumah milik Ibu Neneng Kurniawati yang dihuni empat jiwa, tertimpa pohon jambu setinggi 10 meter. Sementara rumah Ibu Eni yang dihuni tiga jiwa, tertimpa pohon mangga setinggi 15 meter,” terang Indra Bayu Permana.
Menurut Indra, kejadian ini bermula saat hujan deras dan angin kencang melanda dari pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Akibatnya, beberapa pohon tumbang, tidak hanya menimpa rumah tetapi juga sempat menutup akses jalan.
- Sisihkan Gaji, Anggota DPRD Papua Barat Daya Asal Kuningan Wujudkan Rumah Impian Warga Cimshi
- Unik! Rayakan Ulang Tahun Anak, Warga Cibingbin Kuningan Gelar Turnamen Voli “Kambing Cup”
- Dijemput dari Pacitan, Pencarian Parmo Dinyatakan Selesai
- Beri Kuliah di Hadapan Mahasiswa Uniku, Deputi KPK: Korupsi Banyak Terjadi Karena Kebutuhan Mendesak yang Tidak Ada Anggarannya
- Kuliah Umum Uniku Bersama Deputi Penindakan KPK, Mahasiswa Diajak Bahas Pencegahan Korupsi
Tim dari BPBD Kuningan segera turun ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan penanganan darurat. Bersinergi dengan aparat desa, TNI, Polri, dan masyarakat, tim gabungan bahu-membahu mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah dan membersihkan akses jalan.
“Saat ini, akses jalan Kapandayan-Ciawigebang sudah bisa dilalui dan pohon yang menimpa rumah juga sudah ditangani,” kata Indra.
Indra menambahkan, langkah-langkah lanjutan untuk penanganan korban dan perbaikan rumah akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pemerintah desa dan pihak terkait lainnya.
“Kami terus memantau kondisi di lapangan dan akan memberikan laporan lebih lanjut jika ada perkembangan,” pungkasnya. (Nars)


















