Bencana Kuningan Pemerintahan

Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang, BAZNAS Kuningan Siagakan Bantuan dan Perkuat Sinergi Lintas Sektoral

banner 468x60

KUNINGAN — Memasuki musim kemarau tahun 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan mengambil langkah proaktif untuk memitigasi dampak kekeringan yang kerap melanda wilayah tersebut. Mengusung semangat kolaborasi, BAZNAS memastikan kesiapan penyaluran bantuan air bersih dan infrastruktur pendukung melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak.

Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, H. Yusron Kholid, mengungkapkan bahwa program mitigasi bencana kekeringan ini telah dipersiapkan secara matang. Pihaknya terus menjalin komunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dan instansi terkait lainnya.

banner 336x280

“Kami telah memprogramkan langkah-langkah strategis untuk menghadapi kemungkinan kemarau panjang. Kami selalu berkoordinasi dengan BPBD dan para pihak lainnya, karena penanganan ini tidak bisa dilakukan sendiri,” ujar H. Yusron saat dikonfirmasi Kamis (9/7/2026).

Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kuningan menyiapkan tiga format penyaluran bantuan yang bersumber dari BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Kuningan.Di tingkat kabupaten, salah satu fokus utama BAZNAS adalah memberikan pendampingan operasional.

H. Yusron menjelaskan bahwa pendistribusian air bersih ke daerah-daerah terdampak seringkali terkendala oleh biaya operasional transportasi.

Pasca Koordinasi Sinkronisasi Program dengan Pusat, Nasib Revisi RTRW Kuningan Tinggal Menunggu Apa?

Untuk mengatasi hal tersebut, BAZNAS hadir memberikan solusi seperti subsidi biaya operasional: Memberikan bantuan ongkos operasional bagi armada pengirim air bersih (seperti truk tangki) yang turun ke lapangan.

“Kami juga menyediakan truk tangki air. Menyuplai bantuan air bersih secara langsung menggunakan beberapa armada tangki ke wilayah yang mengalami krisis air,” ujarnya.

Kemudian juga ada bantuan pembangunan infrastruktur air, seperti membantu pembuatan sumur bor di titik-titik rawan kekeringan. Tercatat, BAZNAS Kuningan telah berhasil membangun lima titik sumur bor untuk masyarakat.

Lebih lanjut, H. Yusron menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi kinerja. Ia secara terbuka mengakui bahwa pada periode sebelumnya, terdapat kekurangan dalam hal detail pelaporan progres (progress report) kepada Pemerintah Daerah (Pemda).

“Sebab sebelumnya memang ada kelemahan dari kami, di mana laporan secara detail kepada pemerintah daerah dirasa masih kurang. Oleh karena itu, Pemda kini meminta BAZNAS untuk lebih banyak berkoordinasi. Kami sangat siap untuk terus meneguhkan semangat Pemda dalam melindungi masyarakat Kuningan,” ujarnya.

Siap-siap! Lahan Kritis di Timur Kuningan Akan Disulap Jadi Kawasan Industri Baru untuk Tekan Pengangguran

Di luar kesiapan mitigasi kemarau, BAZNAS Kuningan juga baru saja menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kabupaten Kuningan dinobatkan sebagai yang terbaik se-Indonesia dalam pelaksanaan program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) yang berkolaborasi dengan Kodim (TNI).

Penilaian ini didasarkan pada tiga indikator utama, yakni kecepatan penyelenggaraan kegiatan, ketepatan sasaran penerima manfaat (asnaf), kualitas pelaporan yang transparan dan cepat.

“Alhamdulillah, kita mendapat tambahan kuota menjadi 20 unit rumah karena dinilai cepat, tepat, dan laporannya baik. Mudah-mudahan pada tahun 2026 mendatang, target pembangunan 150 unit Rutilahu bisa benar-benar terealisasi, tentunya dengan dukungan dari para pengusaha maupun tambahan dari Pemda,” sebut H. Yusron. (Nars)

Sasar Pemilih Pemula, Bawaslu Kuningan Gandeng Forum OSIS dalam Pendidikan Pengawasan Partisipatif
banner 336x280
× Advertisement
× Advertisement