KUNINGAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan melanjutkan penanganan dampak angin kencang di dua desa di Kecamatan Ciawigebang pada Senin (25/8/2025). Berdasarkan data terbaru, total 57 rumah dan beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan akibat bencana yang terjadi pada Ahad (24/8/2025) sore.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan bahwa pendataan lanjutan yang dilakukan pada hari Senin menunjukkan skala dampak yang lebih besar.
- Menyambut Tahun Baru Islam, Umat Islam Diimbau Perkuat Refleksi Lewat Doa Akhir dan Awal Tahun
- Masih Banyak Kendala Sistem Zonasi PMB di Jabar, Legislator Gerindra Minta Pendidikan Tidak Dijadikan Ajang Coba-Coba
- Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati: Program Sekolah Maung Bisa Sukses dengan Validitas Data Siswa
- Sentuhan Gotong Royong SPPG Bakom Sulap SDN 1 Sagarahiang Jadi Lebih Berwarna
- Ditanya Soal “Lobi” BPK demi Status WTP, Bupati Kuningan Kasih Jawaban Menohok
Total ada 57 rumah yang terdampak di Desa Ciputat dan Desa Kapandayan. Rinciannya, 14 rumah mengalami rusak sedang hingga berat, dan 43 rumah mengalami rusak ringan.
Dampak di Desa Ciputat sangat luas, dengan total 54 bangunan terdampak, termasuk rumah, PAUD, mushola, dan pondok pesantren. Di desa ini, 17 rumah mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang, dengan rincian 2 rusak berat dan 15 rusak sedang/ringan.
Selain itu, 37 rumah dan fasilitas lainnya mengalami kerusakan ringan akibat sapuan angin kencang. Contohnya, 19 rumah rusak ringan akibat angin di Dusun Manis, serta 4 rumah dan 1 atap spandek pondok pesantren rusak ringan di Dusun Kaliwon. Di Dusun Puhun, 3 rumah dan 1 atap asbes pondok pesantren juga mengalami kerusakan ringan.
Sementara itu, di Desa Kapandayan, angin kencang menyebabkan kerusakan berat pada 3 rumah dan 1 pondok pesantren. Selain itu, 5 rumah warga juga mengalami rusak ringan.
Tim gabungan dari BPBD Kuningan, UPT Damkar Satpol PP, TNI, Polri, dan masyarakat telah bergotong royong membersihkan pohon-pohon yang tumbang dan menimpa rumah.
Upaya penanganan pada Ahad malam sempat terkendala kurangnya penerangan. Oleh karena itu, penanganan dan pendataan lanjutan dilanjutkan kembali pada Senin pagi.
Indra Bayu Permana menambahkan bahwa kondisi di lapangan saat ini cerah berawan, dan beberapa titik dampak kerusakan telah selesai ditangani. Namun, tim akan melanjutkan penanganan dan pendataan kembali pada Selasa pagi (26/8/2025) untuk memastikan semua titik terdampak tertangani.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap cuaca ekstrem.Untuk para korban, saat ini mereka membutuhkan logistik, terpal, dan material bangunan untuk perbaikan rumah. BPBD Kuningan akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk menyalurkan bantuan.














