KUNINGAN – Hujan lebat selama delapan jam pada Ahad (24/8/2025) malam menyebabkan tebing di belakang rumah Nani (55) di Desa Pasayangan, Kecamatan Lebakwangi, longsor. Kejadian ini merusak bagian dapur rumahnya dan membuat dindingnya jebol.
- 21 Daerah Jabar Raih WTP, Pengumuman LHP BPK Kuningan Ditunda, Kenapa?
- Resmi Naik! Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 Meroket per 10 Juni 2026
- Polemik Dana Pokir PKS Kuningan: Mantan Dewan Soroti Etika Komunikasi, Fraksi Janjikan Evaluasi
- Dramatis, Petugas Gabungan di Kuningan Berhasil Bujuk Seorang Ibu yang Ingin Akhiri Hidup
- Satlantas Kuningan Tunda Jadwal Patuh Lodaya 2026, Polisi: Tertib Berlalu Lintas Jangan Tunggu Ada Operasi
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana menjelaskan bahwa longsor terjadi sekitar pukul 05.00 WIB pada Senin (25/8/2025).
Tebing yang longsor memiliki panjang 5 meter dan tinggi 6 meter, menggerus halaman belakang rumah yang berjarak hanya 2,5 meter dari aliran Sungai Cilaku.
Indra menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, longsor mengakibatkan dinding dapur rumah Ibu Nani, yang dihuni oleh lima jiwa, jebol dan terancam ambruk.”Kami sudah menerjunkan tim asesmen dan memberikan bantuan logistik darurat kepada keluarga korban,” ujar IBE, sapaannya.
Upaya penanganan darurat juga telah dikoordinasikan dengan aparat desa, TNI, dan Polri.Indra menambahkan, saat ini kondisi di lokasi longsor dilaporkan cerah berawan, namun keluarga korban Nani masih menempati rumahnya.
Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan material bangunan untuk perbaikan rumah.”Langkah selanjutnya akan kami koordinasikan dengan pihak desa dan pihak terkait lainnya untuk penanganan lebih lanjut,” pungkas Indra. (Nars)














