

KUNINGAN – Hujan lebat selama delapan jam pada Ahad (24/8/2025) malam menyebabkan tebing di belakang rumah Nani (55) di Desa Pasayangan, Kecamatan Lebakwangi, longsor. Kejadian ini merusak bagian dapur rumahnya dan membuat dindingnya jebol.
- Kebakaran Rumah Makan Ali Action di Taman Kota Kuningan Padam Cepat karena Kesigapan Petugas
- Tiga Macan Tutul Terekam Kamera Trap di Ciremai, Bagaimana Nasib Slamet Ramadhan?
- Cegah Karhutla Meluas, BTNGC Terbangkan Drone Tiap Jam dan Tutup Jalur Pendakian Ciremai
- Cegah Kenakalan Remaja dan Bullying, Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati Gagas Program Edukasi Interaktif Pelajar di Kuningan
- Siapkan Generasi Emas 2045, Bakesbangpol Jabar Tanamkan Karakter ‘Ngabela Nagara’ pada Pemuda Kuningan
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana menjelaskan bahwa longsor terjadi sekitar pukul 05.00 WIB pada Senin (25/8/2025).
Tebing yang longsor memiliki panjang 5 meter dan tinggi 6 meter, menggerus halaman belakang rumah yang berjarak hanya 2,5 meter dari aliran Sungai Cilaku.
Indra menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, longsor mengakibatkan dinding dapur rumah Ibu Nani, yang dihuni oleh lima jiwa, jebol dan terancam ambruk.”Kami sudah menerjunkan tim asesmen dan memberikan bantuan logistik darurat kepada keluarga korban,” ujar IBE, sapaannya.
Upaya penanganan darurat juga telah dikoordinasikan dengan aparat desa, TNI, dan Polri.Indra menambahkan, saat ini kondisi di lokasi longsor dilaporkan cerah berawan, namun keluarga korban Nani masih menempati rumahnya.
Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan material bangunan untuk perbaikan rumah.”Langkah selanjutnya akan kami koordinasikan dengan pihak desa dan pihak terkait lainnya untuk penanganan lebih lanjut,” pungkas Indra. (Nars)



