Kuningan Bencana

BPBD Kuningan Waspadai ‘Kemarau Basah’, Mitigasi Bencana Diperkuat

KUNINGAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah anomali cuaca yang disebut “kemarau basah.” Meskipun saat ini masih dalam periode kemarau, potensi hujan dengan intensitas tinggi tetap ada dan berpotensi memicu bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan bahwa kemarau basah memiliki dua sisi yang perlu diperhatikan.

“Di satu sisi, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akan lebih terminimalisir. Namun di sisi lain, potensi bencana akibat hujan seperti tanah longsor, pergerakan tanah, dan pohon tumbang juga meningkat,” ujar Indra.

Menurut Indra, kondisi ini sudah terbukti dengan adanya serangkaian insiden. “Dalam beberapa hari terakhir, kami mencatat dua titik pohon tumbang dan sekitar empat titik longsor di wilayah Kuningan. Meskipun tidak ada korban jiwa, kejadian ini menjadi peringatan bahwa kita harus tetap siaga,” tegasnya.

Wilayah Rawan Bencana dan Upaya Relokasi

Penentuan Posisi! 3 Calon Ketua DPC PKB Kuningan Jalani UKK Hari Ini

Indra Bayu mengidentifikasi wilayah selatan Kuningan sebagai daerah yang paling rawan terhadap bencana akibat hujan, khususnya tanah longsor. Meskipun demikian, insiden juga sempat terjadi di wilayah utara, seperti di Pasawahan, Cigandamekar, dan Ciawigebang, serta di Kuningan kota.

BPBD mencatat kejadian berulang di satu titik di wilayah Selajambe. “Dusun Cikujang di Selajambe adalah daerah yang memang rawan. Kami sedang mengkaji kemungkinan relokasi rumah yang terdampak di sana, serupa dengan yang pernah dilakukan di Kutawaringin, untuk mengurangi risiko di masa depan,” imbuhnya.

Kondisi Gunung Ciremai Terpantau Normal

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terhadap aktivitas Gunung Ciremai, Indra memastikan bahwa gunung berapi aktif tersebut terus dipantau secara ketat. “Aktivitas vulkanik, termasuk gempa-gempa kecil di bawah skala satu atau dua, terpantau setiap hari oleh pusat pengamatan di Cilimus. Namun, hingga saat ini status Gunung Ciremai masih dalam keadaan normal,” jelasnya.

Indra juga menegaskan bahwa gempa di wilayah Jakarta beberapa waktu lalu tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas kegempaan di Kuningan.

Tega Buang Anak ke Sungai, Pelarian Janda Muda di Kuningan Berakhir Diamankan Polisi

Dalam menghadapi ketidakpastian iklim saat ini, BPBD menekankan pentingnya mitigasi bencana yang berkelanjutan. “Kegiatan mitigasi, edukasi, dan kewaspadaan dalam bentuk simulasi perlu kembali digencarkan dan dipahami oleh semua pihak. Ini adalah kunci untuk mengurangi risiko bencana di tengah perubahan siklus iklim yang dinamis,” pungkas Indra. (Nars)

× Advertisement
× Advertisement