KUNINGAN – Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, menegaskan para pedagang harus merasa nyaman saat berjualan di Car Free Day (CFD) Taman Kota Kuningan.
Ia menolak keras adanya pungutan liar (pungli) seperti yang viral di media sosial.“Tidak boleh ada pungutan-pungutan seperti itu. Saya ingin mereka berjualan dengan nyaman. Kalau masih ada, tentu akan kita evaluasi lagi,” ujar Dian, Rabu (1/10/2025).
- Tingkatkan Taraf Ekonomi Desa, Wabup Kuningan Dorong Inovasi Olahan Buah Kesemek di Gunung Sirah
- Sensasi Bersantap Romantis di Bawah Gemerlap “City Light”, The Icon Kuningan Rilis Paket “Love in the Sky Dining”
- PNM Tanam 29.000 Pohon, Perluas Pemberdayaan dari Sandang hingga Lingkungan
- Refleksi Hari Lahir Pancasila, Uha Juhana Ungkap Pragmatisme Politik dan Pentingnya Kepemimpinan Ideologis
- Lirik Potensi Silat, Tina Wiryawati Dorong Budaya Sunda Dikemas Sekreatif ‘Drakor dan Dracin”
Dian mengungkapkan, sebelumnya juga pernah menerima keluhan dari kusir delman terkait hal serupa. Atas laporan itu, ia sudah memanggil pihak terkait termasuk Satpol PP dan Dinas Perhubungan.
“Secara resmi mereka menyampaikan tidak ada pungutan. Kalau ada orang-orang di luar mekanisme resmi, itu yang harus ditindak,” jelasnya.
Bupati berjanji segera memanggil pihak-pihak terkait, mulai dari pengelola pasar, toko, hingga Dinas Perhubungan, untuk memastikan tidak ada lagi praktik pungli terhadap pedagang maupun pelaku usaha lainnya. “Terima kasih atas informasinya, nanti akan segera saya komunikasikan,” tambahnya.
Sebelumnya, Satpol PP Kuningan menegaskan kasus dugaan pungli yang menimpa pedagang CFD merupakan ranah kepolisian. Meski begitu, Satpol PP berkomitmen menempatkan personelnya di lokasi setiap Minggu demi menjamin keamanan pedagang.
Kasus ini mencuat setelah beredar tiga video yang memperlihatkan dua orang meminta uang kepada pedagang dengan alasan retribusi tanpa menunjukkan karcis resmi. Salah satu pelaku bahkan disebut-sebut ASN di salah satu SKPD Pemkab Kuningan, sementara seorang lainnya belum teridentifikasi. (Nars)













