

KUNINGAN – Hamparan eceng gondok yang kerap dianggap sebagai gulma perusak ekosistem Waduk Darma, kini justru menyimpan potensi emas di tangan masyarakat Desa Cikupa, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan. Tak sekadar dibuang, hama perairan ini tengah disiapkan untuk disulap menjadi roda penggerak kawasan wisata agro terpadu bernama “Pipir Cai”.
Memasuki minggu ketiga, Jumat (9/10/2026), aksi unjuk peduli lingkungan ini terus bergulir. Sebagai salah satu desa penyangga utama waduk, Pemerintah Desa (Pemdes) Cikupa memobilisasi warganya untuk membersihkan permukaan air.
- OJK Dorong Petambak Garam Cirebon “Naik Kelas”, Targetkan Tembus Pasar Industri Nasional
- Dari Gulma Jadi Berkah Wisata: Strategi Cerdas Desa Cikupa Sulap Eceng Gondok Waduk Darma
- Ketum APDESI Junaedhi Mulyono Tegaskan Organisasi Desa Harus Demokratis dan Perjuangkan Warga
- Dari Desa Termiskin Menjadi Desa Miliarder, Kades Ponggok Tularkan Ilmu Penguatan Bumdes ke Kabupaten Kuningan
- LSM Frontal Akan Pelototi Proses Perbaikan Izin Kawasan Wisata Arunika dan Kajene Forest
Namun, ada pemandangan berbeda dan inspiratif pada kerja bakti kali ini. Pemdes tidak hanya mengerahkan perangkat desa, Ketua RT, RW, dan Linmas, tetapi juga menggandeng Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari program PKH dan BPNT.
Kolaborasi ini menjadi wujud nyata timbal balik positif antara penerima bantuan sosial dengan kelestarian lingkungan.Kepala Desa Cikupa, Meli Pemilia, S.S., menyatakan bahwa gerakan ini awalnya merupakan tindak lanjut atas instruksi Bupati Kuningan untuk menanggulangi eceng gondok yang mengganggu jalur nelayan dan merusak estetika waduk.
“Alhamdulillah, sudah tiga minggu ini kita konsisten setiap Jumat. Waduk Darma ini adalah ikon wisata Jawa Barat berskala internasional. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” ungkap Meli.
Menariknya, Meli dan jajarannya menolak berhenti pada tahap bersih-bersih semata. Menyadari potensi ekonomi di balik melimpahnya biomassa eceng gondok, Pemdes Cikupa merancang cetak biru pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.
“Rencananya eceng ini tidak kami buang, melainkan difermentasi menjadi media tanam organik berkualitas tinggi. Prosesnya akan dicampur dengan jerami, kotoran sapi, tanah, dan Mikro Organisme Lokal (MOL) sebagai pengurai. Lahannya pun sudah kami siapkan,” jelasnya.
Pupuk organik hasil olahan tersebut nantinya akan diaplikasikan di atas lahan kosong di sekitar kawasan Wisata Pipir Cai. Lahan ini akan direvitalisasi menjadi destinasi wisata agro yang tidak hanya estetis sebagai tempat rekreasi, tetapi juga edukatif dan berorientasi ekonomi.
Ke depan, kawasan Pipir Cai akan dipenuhi dengan budidaya sayuran, buah-buahan, serta tanaman hias yang sepenuhnya disokong oleh pupuk eceng gondok. Hasil panen dari kawasan ini akan menjadi daya tarik interaktif bagi wisatawan, sekaligus menjadi komoditas jual yang keuntungannya berputar kembali ke masyarakat.
Melalui inovasi ini, Pemdes Cikupa membidik dua pencapaian sekaligus: mengembalikan keindahan ekosistem Waduk Darma dan memutar roda perekonomian warga lewat sektor pariwisata. Di saat yang sama, kegiatan mingguan ini sukses membangkitkan kembali ruh gotong royong di tengah masyarakat. (NARS)



