KUNINGAN – Fenomena cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Kuningan dalam beberapa hari terakhir berdampak fatal bagi ekosistem perairan di kawasan wisata Kolam Cigugur.
Suhu air yang turun drastis menyebabkan puluhan Ikan Dewa atau Ikan Kancra Bodas, yang menjadi ikon keramat daerah tersebut, mati mendadak.
- Punya Potensi Puluhan Ribu Anggota, Pengurus IKA STEMGA Kuningan Resmi Dilantik di Pendopo
- Akui Fasilitas Sekolah Belum Merata, Bupati Kuningan Sampaikan Pesan Ini di Hardiknas 2026
- Akhirnya Terjawab, Kisruh Dana Taspen PPPK Guru Kuningan Telah Diselesaikan Disdikbud
- Mayday 2026: KSPSI Kuningan Desak Buruh Berani Lapor Praktik Upah di Bawah Standar
- Refleksi Milad Ke-94 Pemuda Muhammadiyah untuk indonesia jaya
Dwiki, petugas pengelola Kolam Cigugur, mengonfirmasi kejadian ini saat dihubungi pada Jumat (30/1/2026). Menurutnya, kematian ikan-ikan langka tersebut mulai terjadi sejak Rabu kemarin dan terus bertambah hingga hari ini.
”Sekitar 20 sampai 22 ekor lah. Terakhir sih belum tahu nambah atau tidak, tapi kurang lebih segitu sejak kemarin,” ujar Dwiki.
Dwiki memastikan bahwa fenomena ini murni disebabkan oleh faktor alam, bukan karena penyakit atau pencemaran air. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Kuningan untuk melakukan pengecekan kondisi air dan kesehatan ikan.


“Tadi sudah dicek sama Dinas Perikanan, Pak Kadis dan penyuluh juga datang. Hasilnya kondisi air aman, tidak ada masalah. Ini murni faktor cuaca. Beberapa hari ini kan tidak ada panas, suhu air jadi nge-drop (dingin), ikan jadi kaget (stres),” jelasnya.
Meskipun puluhan ekor mati, Dwiki menegaskan bahwa populasi Ikan Dewa di kolam tersebut masih sangat banyak. Ikan-ikan yang mati pun bukan kategori “Ikan Dewa Indukan” yang berukuran raksasa, melainkan ikan-ikan dengan ukuran sedang.
”Kalau Ikan Dewa yang besar mah alhamdulillah masih aman, enggak ada yang kena. Yang mati itu ukurannya sedang, campur lah,” tambahnya.
Terkait penanganan bangkai ikan, pengelola langsung melakukan evakuasi dan penguburan di area sekitar balong (kolam) untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan wisata. (Nars)























