

KUNINGAN – Kesadaran ekologis kini menjadi prioritas utama Pemerintah Desa Jatimulya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan. Hal ini dibuktikan dengan peluncuran resmi Kelompok Pelestari Peduli Lingkungan atau disingkat “Pepeling”, pada Rabu (17/12/2025).
Inisiatif yang digagas bersama komunitas Rumah Sadulur Kuningan ini hadir sebagai jawaban atas tantangan lingkungan yang kian kompleks di tingkat desa, mulai dari persoalan sampah rumah tangga, penyusutan ruang terbuka hijau, hingga upaya konservasi sumber mata air.
- Dedi Mulyadi Terinspirasi Bapak Pembangunan Kuningan, M. Ridho Suganda: Kalau Saya Belajarnya Tiap Hari
- Sinergi Lintas Sektor Jaga Ciremai, Seribuan Anggota MPA Paguyuban Silihwangi Bersatu Cegah Karhutla di Lereng Ciremai
- Bupati Kuningan Unjuk Prestasi di Hadapan Gubernur, KDM Tekankan Pentingnya Keteladanan Pemimpin
- Gubernur Dedi Mulyadi Soroti RTRW Kuningan: Kelestarian Gunung Ciremai Adalah Nadi Kehidupan
- Hari Jadi ke-528 Kuningan: Ekonomi Melesat 7 Persen Tanpa Tinggalkan Budaya Lokal
Kades Jatimulya, Ahmad Jayadi, menegaskan bahwa pembentukan Pepeling bukan sekadar seremonial belaka. Ia menanamkan visi jangka panjang melalui jargon “Desa Jatimulya menanam kesadaran hari ini, untuk lingkungan yang lestari esok hari”.
”Kelompok ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk menjaga alam kita. Kami ingin memastikan pengelolaan sampah dan pelestarian air tidak hanya jadi wacana, tapi menjadi aksi nyata warga desa,” ujar Ahmad Jayadi di sela-sela acara peluncuran.
Sementara itu, Ketua Rumah Sadulur Kuningan, Arief Amarudin, menyoroti pentingnya perubahan pola pikir masyarakat. Menurutnya, Pepeling dirancang sebagai wadah edukasi dan aksi agar warga bertransformasi dari sekadar penonton pembangunan menjadi aktor utama pelestarian alam.
”Lingkungan adalah investasi jangka panjang untuk anak cucu kita. Pepeling hadir sebagai ruang belajar, bergerak, dan beraksi bersama. Warga harus menjadi subjek utama dalam menjaga ekosistem desa,” tegas Arief.
Sebagai simbol dimulainya gerakan ini, acara peluncuran ditandai dengan penyerahan atribut kelompok serta aksi penanaman pohon di sejumlah titik strategis desa. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh tokoh masyarakat, pemuda, serta jajaran perangkat desa yang berkomitmen mengawal keberlanjutan program ini. (Nars)



