KUNINGAN – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Kuningan kembali membuka ruang dialog publik melalui program rutin “Hari Aspirasi”, Sabtu (17/1/2026).
Forum ini dimanfaatkan secara maksimal oleh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyampaikan gagasan strategis pembangunan daerah.
- Persib Ditempel Ketat Borneo FC, Ini Hitungan Peluang Juara dan Jadwal Sisa Laga
- Kunci Ketinggalan, 50 Menit Damkar Kuningan Berjibaku Buka Pintu Mobil Warga
- Bukan Sekadar Tempat Healing, Desa EKI Situ Cipanten Bakal Bikin Warga Makin Cuan!
- Cegah Longsor dan Banjir, Istri Prajurit ‘Serbu’ Kebun Raya Kuningan untuk Investasi Ekologis
- Tiket Asian Para Games 2026 Aman, Lifter Hilman Buka Jalan ke Nagoya Jepang
Dalam pertemuan yang dihadiri formasi lengkap anggota Fraksi PKS tersebut, isu kemandirian ekonomi pemuda menjadi topik dominan. Salah satu poin krusial yang mencuat adalah usulan pembentukan dan penguatan regulasi bagi Badan Usaha Milik Remaja (BUMR) di tingkat desa, serta pergeseran fokus pelatihan kerja ke sektor ekonomi kreatif berbasis digital.
Ketua Fraksi PKS, Saipuddin, S.Si., menegaskan komitmen partainya untuk merespons dinamika zaman yang disuarakan oleh konstituen muda tersebut.
“Aspirasi ini sangat konstruktif. Kami mencatat urgensi pendampingan BUMR dan pelatihan skill digital. Ini sejalan dengan visi kami menjadikan pemuda sebagai aset vital daerah,” tutur Saipuddin.
Hadir dalam forum tersebut jajaran legislator PKS, antara lain Wakil Ketua DPRD H. Dwi Basyuni Natsir, Lc., Wakil Ketua Fraksi Yaya, S.E., Bendahara Wawan Romliansah, S.Pd.I., Sekretaris Hj. Siti Mahmudah, M.Pd., serta anggota fraksi Hj. Kokom Komariyah dan H. Jajang Jana, S.H.I.


Melalui forum ini, PKS berharap dapat merumuskan kebijakan yang tidak hanya bersifat populis, namun juga berdampak jangka panjang bagi ekosistem kewirausahaan pemuda di Kabupaten Kuningan. (Nars)
























