KUNINGAN – Klub futsal asal Kabupaten Kuningan, Proton FC, hari ini merayakan ulang tahunnya yang pertama. Dalam usia yang terbilang muda klub ini menetapkan target ambisius untuk menembus kasta tertinggi futsal nasional, Pro Futsal League, pada tahun 2027.
Hal tersebut ditegaskan oleh Presiden Proton FC, Thony Indra Gunawan, dalam acara refleksi 1st Anniversary Proton FC. Thony menyebutkan bahwa tahun pertama ini merupakan fase peletakan pondasi yang krusial bagi klub.
- Respon Edaran Gubernur Soal Moratorium Perumahan, Kuningan Berlakukan Diskresi
- Sambut Nataru, PUTR Kuningan Pastikan Jalur Mudik dan Wisata Mulus, Titik Macet Cisantana Dibenahi
- Kunjungi Desa Tambakbaya, Rokhmat Ardiyan Tersentuh Perjuangan Relawan ODGJ
- Viral! Luapkan Bahagia Terima SK, Ribuan PPPK di Kuningan Asyik Goyang ‘Tabola Bale’
- Dapat Aduan Dugaan Oknum Dewan ‘Nyambi’ Bisnis Dapur MBG dengan Menu Buruk, Anggota Komisi 4 Geram
“Refleksi satu tahun ini adalah bentuk rasa syukur. Ini menjadi modal dasar dan pondasi kami untuk melakukan perbaikan. Fokus kami saat ini adalah membina generasi muda,” ujar Thony saat dikonfirmasi di Grand Cordela Hotel AS Putra Kuningan, Ahad (30/11/2025).
Thony menambahkan, pihaknya tengah membangun keyakinan tim untuk bisa menjuarai Liga Futsal Nusantara (LFN) 2 dalam waktu dekat. “Target jangka panjang kami, di tahun 2027 Proton FC bisa masuk ke Liga Pro Futsal Indonesia,” tegasnya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar. Dalam sambutannya, Dian memberikan apresiasi tinggi terhadap tata kelola Proton FC yang dinilai membawa angin segar bagi dunia olahraga di Kuningan.
”Proton FC dengan manajemen yang profesional, transparan, dan semangat yang luar biasa, saya yakin bisa menyeruak ke permukaan. Tidak hanya di level regional, tapi juga nasional,” ungkap Dian Rachmat Yanuar.
Bupati berharap, kehadiran Proton FC dapat melahirkan atlet-atlet futsal berkualitas yang mengharumkan nama daerah.

Lebih jauh, ia menginginkan sistem manajemen yang diterapkan Proton FC dapat ditiru oleh pengurus cabang olahraga (cabor) lainnya.”Mudah-mudahan pengelolaan profesional ini menjadi role model bagi cabor-cabor lain di Kuningan untuk memaksimalkan potensi atlet kita,” harap Bupati. (Nars)










