KUNINGAN – Perjalanan klub futsal kebanggaan masyarakat Kuningan, Proton Futsal Club (FC), terbilang fenomenal. Baru menginjak usia satu tahun, klub ini telah berhasil menorehkan tinta emas dengan menjuarai Liga Nusantara (Linus) Seri A Jawa Barat pada Tahun 2024.

Kisah di balik kesuksesan instan namun terukur tersebut diungkapkan langsung oleh Presiden Proton FC, Thony Indra Gunawan dalam sambutannya pada acara 1st Anniversary Proton FC di Ballroom Grand Cordela Hotel Kuningan, Ahad (30/11/2025).
- Respon Edaran Gubernur Soal Moratorium Perumahan, Kuningan Berlakukan Diskresi
- Sambut Nataru, PUTR Kuningan Pastikan Jalur Mudik dan Wisata Mulus, Titik Macet Cisantana Dibenahi
- Kunjungi Desa Tambakbaya, Rokhmat Ardiyan Tersentuh Perjuangan Relawan ODGJ
- Viral! Luapkan Bahagia Terima SK, Ribuan PPPK di Kuningan Asyik Goyang ‘Tabola Bale’
- Dapat Aduan Dugaan Oknum Dewan ‘Nyambi’ Bisnis Dapur MBG dengan Menu Buruk, Anggota Komisi 4 Geram
Di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, Ketua KONI Kuningan, Kadisporapar, serta jajaran Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Barat, Tonny mengenang bahwa Proton FC lahir dari sebuah diskusi sederhana.
“Jujur, Proton ini berawal hanya dari obrolan santai di warung kopi satu tahun lalu bersama rekan-rekan. Saat itu, muncul ide dari anak-anak muda yang ingin membuat wadah yang bermanfaat bagi generasi muda Kuningan,” ujar Thony.
Awalnya, klub ini difokuskan sebagai akademi pembinaan kelompok usia (U-10 hingga U-17) yang bernaung di bawah Asosiasi Akademi Futsal Indonesia (AAFI). Namun, ambisi manajemen terus berkembang. Thony menceritakan fase krusial saat Proton FC mulai menjajal kompetisi profesional Liga Nusantara (Linus) Seri B melalui kolaborasi dengan klub Rahayu.
Meski saat itu belum juara, potensi Proton FC mulai dilirik oleh AFP Jawa Barat. Tantangan besar pun datang ketika mereka didorong untuk naik ke kasta Linus Seri A.Thony mengungkapkan keberhasilan Proton FC bukan kebetulan semata, melainkan hasil dari perencanaan manajemen yang matang.
Sebelum berlaga di Seri A, klub ini telah lolos verifikasi ketat dari AFP Jabar—meliputi aspek manajerial, kurikulum, sarana, hingga finansial—dan sukses meraih predikat Lisensi A.
“Kami menjawab kepercayaan itu dengan totalitas. Tidak tanggung-tanggung, kami merekrut tenaga ahli. Ada Direktur Teknik, pelatih kiper, dan pelatih fisik profesional dari Bandung. Kami ingin membangun tim yang benar-benar kompetitif,” tegasnya.
Puncaknya, setelah melalui pemusatan latihan (Training Center) intensif selama dua bulan di Kuningan dan Bandung, Proton FC sukses menyabet gelar Juara Linus Seri A Jawa Barat.
Dalam momen tersebut, Thony juga memperkenalkan dan mengapresiasi satu per satu para punggawa tim yang telah berjuang, dan kini telah menembus Liga Pro, hingga jajaran pelatih dan ofisial.
“Ini adalah sejarah yang kita tulis bersama. Dari logo yang awalnya hanya siluet wajah, kini bertransformasi menjadi Kuda yang berlari kencang. Prestasi ini kami persembahkan untuk masyarakat Kuningan,” pungkas Tonny disambut riuh tepuk tangan hadirin. (Nars)










