KUNINGAN – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Kuningan berkolaborasi dengan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PDM Kuningan melakukan aksi nyata restorasi lingkungan dengan menanam 2.000 bibit pohon di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru.
Kegiatan yang digelar dalam rangka menyemarakkan Milad Muhammadiyah ke-113 serta memperingati Hari Penanaman Pohon Sedunia ini melibatkan sekitar 100 peserta, dari berbagai komunitas, serta masyarakat setempat.
- Respon Edaran Gubernur Soal Moratorium Perumahan, Kuningan Berlakukan Diskresi
- Sambut Nataru, PUTR Kuningan Pastikan Jalur Mudik dan Wisata Mulus, Titik Macet Cisantana Dibenahi
- Kunjungi Desa Tambakbaya, Rokhmat Ardiyan Tersentuh Perjuangan Relawan ODGJ
- Viral! Luapkan Bahagia Terima SK, Ribuan PPPK di Kuningan Asyik Goyang ‘Tabola Bale’
- Dapat Aduan Dugaan Oknum Dewan ‘Nyambi’ Bisnis Dapur MBG dengan Menu Buruk, Anggota Komisi 4 Geram
Anggota Majelis Lingkungan Hidup PDM Kuningan, Yuda S., Tr.P., mengungkapkan bahwa aksi ini membawa misi ganda. Selain sebagai bentuk “sedekah oksigen” bagi dunia, pemilihan lokasi dan jenis pohon di Cijemit merupakan respons strategis atas keluhan petani terkait serangan hama primata.
“Penanaman ini adalah jawaban atas keresahan warga terkait kera ekor panjang yang mulai merambah ke wilayah pertanian. Kami menanam pohon buah-buahan yang nantinya diharapkan menjadi sumber makanan bagi primata di habitat aslinya, sehingga tercipta batas alami agar hewan tidak lagi mengganggu lahan warga,” jelas Yuda.

Senada dengan itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kuningan, Sandi, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah manifestasi dari tema “Pemuda Negarawan Totalitas untuk Indonesia”. Menurutnya, patriotisme pemuda kali ini diwujudkan melalui jalur ekologis.
“Dukungan restorasi alam ini adalah cara kami memastikan kelangsungan kehidupan. Filosofinya sederhana namun mendalam: kalau kita menjaga alam, maka alam itu sendiri yang akan menjaga kita,” ujar Sandi.
Apresiasi tinggi datang dari Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kuningan, Ustadz Dadan Rohmatun, Lc. yang turut hadir di lokasi. Ia mengingatkan tentang hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan.
“Ketika alam baik, maka kita akan hidup baik. Sebaliknya, ketika alam rusak, kehidupan kita pun terancam. Ini adalah prinsip dasar kehidupan,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan, Dr. apt. Wawang Anwarudin, M.Sc., menyatakan komitmen akademisi untuk terus bersinergi dalam gerakan ini. “UM Kuningan siap berkolaborasi penuh dalam setiap upaya menjaga ekosistem hutan demi keberlanjutan lingkungan hidup,” ujarnya.(Nars)










