

JAKARTA – Gelora Bung Karno (GBK) bergemuruh oleh semangat ribuan guru pada Jumat (28/11/2025). Di tengah lautan pahlawan tanpa tanda jasa itu, sosok Kokoy Kurnaeti, S.Pd., M.Pd., hadir membawa nama harum Kabupaten Kuningan.


Kepala SLBN Taruna Mandiri Kuningan ini berhasil menorehkan tinta emas dengan menyabet Juara II Tingkat Nasional dalam ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tahun 2025. Penghargaan tersebut terasa kian istimewa karena diterima dalam rangkaian acara yang dihadiri langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
- Layanan MBG Dapur Jagara Dihentikan Sementara, Terkendala Pencairan Dana BGN
- Jajaran Polsek Ciawigebang dan Polsek Darma Gencarkan Sambang Warga serta Penilaian Lomba Satkamling
- Kerap Jadi Sasaran Pinjol Ilegal dan Judi Online, 300 PMI Indramayu Dibekali Literasi Keuangan
- Polres Kuningan Gelar Lomba Satkamling 2026, Perkuat Keamanan Swakarsa Berbasis Masyarakat
- Selama 1,5 Jam Petugas Padamkan Kebakaran Lahan 3 Hektar di Walaharcageur
Kokoy terpilih sebagai salah satu yang terbaik di kategori Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Dedikatif. Sebuah kategori yang tidak hanya menilai kompetensi manajerial, tetapi juga mengukur seberapa besar hati dan pengorbanan seorang pendidik dalam melayani siswa berkebutuhan khusus di tengah berbagai keterbatasan.
Dikonfirmasi usai menerima penghargaan, kegembiraan di tengah haru tak bisa disembunyikan oleh istri dari Dr. Carlan ini. Sambil memegang erat piagam berbingkai emas, Kokoy mengungkapkan bahwa pencapaian ini adalah buah dari ketulusan, bukan ambisi pribadi.
”Bagi saya, penghargaan ini adalah bonus dari Allah SWT. Sejatinya, kemenangan terbesar adalah ketika melihat anak-anak didik kami yang berkebutuhan khusus bisa mandiri, tersenyum, dan diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujar Kokoy.
Ia menambahkan, apresiasi dari pemerintah pusat ini menjadi “motivasi” baru bagi dirinya dan rekan-rekan guru SLB lainnya untuk tidak lelah berjuang.
“Ini amanah berat sekaligus motivasi. Saya berjanji tidak akan berhenti berinovasi. Layanan pendidikan untuk anak-anak istimewa di Kuningan harus terus naik kelas, setara mutunya dengan pendidikan umum,” tegasnya.
Atas dedikasinya yang tak kenal lelah selama puluhan tahun, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan dana apresiasi sebesar Rp7.500.000,00. (Nars)



