KUNINGAN – Strategi promosi pariwisata digital yang diusung oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan berbuah manis. Pada tahun ini, pengelolaan media sosial Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan berhasil menyabet predikat sebagai yang terbaik se-Jawa Barat dalam ajang bergengsi Smiling West Java (SWJ) Award.
Prestasi membanggakan ini disampaikan langsung oleh Kepala Disporapar Kuningan, Asep Budi Setiawan, melalui Kepala Bidang Promosi Wisata, Djadjuli Ahmad. Ia mengungkapkan bahwa pencapaian tahun ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan.
- Kalahkan Kota Bandung, Promosi Digital Disporapar Kuningan Sabet Predikat Terbaik se-Jabar di SWJ Award
- Bupati Mangkir Temui Massa, HMI Kuningan Ancam Kepung Pemda dalam Aksi Jilid Dua
- Survei Poltracking Tempatkan Elektabilitas PKB di Posisi Keempat Nasional, DPC Kuningan Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
“Alhamdulillah, tahun ini peringkat media sosial Disporapar Kuningan naik satu tingkat dari tahun kemarin. Kami berhasil menjadi yang terbaik se-Jawa Barat pada SWJ Award, bahkan sukses mengalahkan Kota Bandung yang selama ini dikenal kuat dalam promosi digitalnya,” ungkap Djadjuli Ahmad saat dikonfirmasi Kamis (16/4/2026).
Keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Djadjuli menjelaskan bahwa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, melalui website resmi dan tim penilainya, melakukan kurasi dan penilaian ketat terhadap strategi promosi wisata di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Penilaian tersebut membedah berbagai aspek teknis dan kreatif sebuah akun media sosial pemerintahan. Beberapa indikator utama yang menjadi poin plus bagi Kuningan antara lain kualitas konten, estetika visual, kekuatan storytelling (penyampaian cerita), hingga kesiapan Sumber Daya Manusi pengelolanya.
“Kami memang memusatkan fokus promosi secara masif di platform Instagram. Dan apresiasi yang luar biasa datang dari Disparbud Jabar, di mana mereka menilai bahwa agresivitas promosi pariwisata Kuningan turut mendorong eksistensi pariwisata Jawa Barat agar semakin dikenal di mata dunia,” terangnya.
Lebih lanjut, saat disinggung mengenai korelasi antara masifnya promosi digital dengan angka kunjungan riil wisatawan, pihak Disporapar memastikan bahwa tren tersebut selalu terpantau.
“Untuk data rincian per destinasi wisata dan per hotel, catatannya memang ada di kami. Namun, jika ingin melihat secara global bagaimana fluktuasi atau naik turunnya angka kunjungan wisata dan tingkat hunian (okupansi), data statistik resminya terekam jelas di Badan Pusat Statistik (BPS),” imbuh Djadjuli.
Menutup keterangannya, mewakili Kadisporapar Asep Budi Setiawan, Djadjuli menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pemangku kepentingan, khususnya para pelaku industri dan jasa pariwisata yang ada di wilayah Kuningan.
“Penghargaan ini adalah prestasi bersama. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada para pelaku jasa wisata. Kami berharap, apresiasi ini menjadi pemicu agar ke depannya teman-teman pengelola destinasi dapat menciptakan atraksi wisata yang lebih inovatif dan melakukan promosi yang jauh lebih intens lagi,” harapnya. (Nars)
























