INDRAMAYU – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mencanangkan program ambisius untuk menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi terbersih di Indonesia. Hal itu disampaikan Dedi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) saat bertemu ribuan warga di Lapangan Sepak Bola Putra Mina, Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Rabu (14/5/2025) malam.
Dalam agenda “Bapak Kula Ketemu Karo Warga” ini, KDM menekankan bahwa masalah sampah bukan sekadar isu lingkungan, melainkan menyangkut nilai-nilai dasar agama, budaya, dan kehidupan bermasyarakat.
- Kunci Ketinggalan, 50 Menit Damkar Kuningan Berjibaku Buka Pintu Mobil Warga
- Bukan Sekadar Tempat Healing, Desa EKI Situ Cipanten Bakal Bikin Warga Makin Cuan!
- Cegah Longsor dan Banjir, Istri Prajurit ‘Serbu’ Kebun Raya Kuningan untuk Investasi Ekologis
- Tiket Asian Para Games 2026 Aman, Lifter Hilman Buka Jalan ke Nagoya Jepang
- Lawan Fluktuasi Harga Pasar, Emak-Emak Kuningan Sulap Pekarangan Jadi ‘Supermarket’ Hidup
“Lingkungan yang kotor itu bertentangan dengan prinsip Islam, bertentangan dengan prinsip lingkungan, dan bertentangan juga dengan prinsip kebudayaan. Keindahan hanya bisa dicapai kalau kita menata dengan serius. Ini cita-cita saya,” ujar KDM di hadapan warga.
Sebagai langkah nyata, KDM mendorong setiap kabupaten/kota membentuk sistem pengelolaan sampah di tiap kecamatan. Sampah yang selama ini hanya menjadi masalah, menurutnya, bisa diolah menjadi sumber energi.
“Pak bupati nanti harus bangun pengelolaan sampah di tiap kecamatan. Sampah itu bisa diubah jadi listrik, bahan bakar, bahkan karbon,” katanya.
Untuk memantapkan rencana ini, KDM telah belajar kepada Mantan Bupati Banyumas, Jawa Tengah. Dalam pertemuan dengan Achmad Husein, mantan Bupati Banyumas periode 2013–2023, yang dikenal sukses mengelola sampah di wilayah yang pernah dipimpinnya.
Sebagai tahap awal, proyek percontohan akan dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Pengelolaan sampah hingga tuntas akan diuji coba, dan akan diadopsi secara bertahap di seluruh wilayah Jawa Barat.
“Kita akan mulai pekan depan membuat percontohan di TPA Sarimukti. Kalau berhasil, sistem ini akan diterapkan di seluruh Jawa Barat,” tegas KDM.
Dalam pidatonya, KDM juga menegaskan bahwa seorang pemimpin sejati tidak hanya berbicara, tetapi harus berani mengambil risiko demi perbaikan kehidupan rakyat.“Pemimpin itu adalah representasi dari rakyatnya. Kepentingan rakyat tidak bisa ditunda-tunda lagi. Harus cepat dibereskan. Bukan sekadar retorika,” tandasnya.
Gerakan besar pengelolaan sampah ini menjadi bagian dari visi besar KDM untuk membangun Jawa Barat yang tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga sehat secara sosial dan spiritual. (NARS)


























