KUNINGAN – Aksi tawuran antar kelompok remaja kembali pecah di Kabupaten Kuningan. Kali ini, bentrok terjadi di Jalan Eyang Hasan Maulani, Senin (12/5/2025) malam, tak lama setelah waktu Magrib. Insiden tersebut terekam video dan viral di media sosial, memicu kekhawatiran warga.

Dalam rekaman berdurasi 25 detik itu, tampak dua kelompok remaja saling kejar-kejaran sambil membawa senjata tajam, salah satunya diduga clurit. Tawuran di jalan umum ini membuat lalu lintas tersendat lantaran para pengendara memilih berhenti dan menepi karena takut terseret dalam keributan.
- Respon Edaran Gubernur Soal Moratorium Perumahan, Kuningan Berlakukan Diskresi
- Sambut Nataru, PUTR Kuningan Pastikan Jalur Mudik dan Wisata Mulus, Titik Macet Cisantana Dibenahi
- Kunjungi Desa Tambakbaya, Rokhmat Ardiyan Tersentuh Perjuangan Relawan ODGJ
- Viral! Luapkan Bahagia Terima SK, Ribuan PPPK di Kuningan Asyik Goyang ‘Tabola Bale’
- Dapat Aduan Dugaan Oknum Dewan ‘Nyambi’ Bisnis Dapur MBG dengan Menu Buruk, Anggota Komisi 4 Geram
Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Nova Bhayangkara, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa kedua kelompok pelaku belum teridentifikasi berasal dari sekolah atau komunitas tertentu, namun kuat dugaan berasal dari wilayah Cirebon.
“Para remaja itu datang dari luar daerah dan menjadikan Kuningan sebagai lokasi tawuran. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar AKP Nova saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (13/5/2025).
Dari bentrokan itu, satu pelajar asal salah satu SMA di Cirebon mengalami luka di bagian kepala, diduga akibat sabetan senjata tajam. Korban sempat mendapat perawatan medis di sebuah klinik di Kecamatan Cigandamekar sebelum akhirnya dipulangkan ke rumahnya.

AKP Nova menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sekolah terkait untuk mendalami peran para siswa yang terlibat. Karena sebagian besar masih berstatus pelajar dan di bawah umur, kasus ini akan ditangani dengan pendekatan pembinaan melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kuningan.
“Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih waspada dan mengawasi anak-anak mereka. Sekolah juga harus meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Nova.
Sebagai langkah pencegahan, kepolisian akan meningkatkan patroli di wilayah rawan tawuran dan menggencarkan edukasi melalui perangkat desa serta tokoh masyarakat. (Nars)










