Artikel Desa Jawa Barat Pemerintahan

Kepemimpinan KDM dan Urgensi Menjadikan Pengolahan Sampah Desa sebagai Fasilitas Publik*)

Kolaborasi juga menjadi faktor penentu. Sinergi antara pemerintah desa, kabupaten, provinsi, hingga komunitas lokal harus terus diperkuat. Pendekatan sektoral sudah tidak relevan untuk menyelesaikan persoalan yang bersifat lintas dimensi seperti sampah.

Dampak Nyata bagi Masa Depan Desa

Ketika pengelolaan sampah berjalan secara sistematis, dampaknya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi jangka panjang bagi pembangunan desa.

Lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat. Risiko penyakit berbasis lingkungan menurun. Aktivitas ekonomi baru berbasis pengelolaan sampah mulai tumbuh. Bahkan, desa memiliki peluang untuk meningkatkan daya tariknya sebagai destinasi wisata atau investasi berbasis lingkungan.

Dengan kata lain, pengelolaan sampah bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan strategi pembangunan.

Penutup: Dari Desa, Masa Depan Lingkungan Dibangun

Kepemimpinan yang berpihak pada lingkungan, sebagaimana ditunjukkan di Jawa Barat hari ini, memberikan harapan baru bagi desa-desa untuk bergerak lebih progresif. Dukungan kebijakan dan anggaran menjadi energi penting, tetapi pada akhirnya, keberhasilan ditentukan oleh sejauh mana desa mampu mengelola potensi dan tantangannya sendiri.

Punya Potensi Puluhan Ribu Anggota, Pengurus IKA STEMGA Kuningan Resmi Dilantik di Pendopo

Pengolahan sampah harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam pembangunan desa. Bukan sekadar program tambahan, melainkan sebagai fasilitas publik yang wajib hadir dan berfungsi.Dari desa yang bersih, kita tidak hanya membangun lingkungan yang sehat, tetapi juga masa depan yang lebih berkelanjutan.

*) Penulis: Arief Amarudin, S.Sos.I, NL.P

Kepala Desa Kertayasa, Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan

Laman: 1 2

× Advertisement
× Advertisement