KUNINGAN – Guna menjamin keamanan dan kenyamanan para pemudik yang memasuki wilayah Kuningan Timur, Damkar Kuningan menyiagakan posko bantuan khusus selama Operasi Lodaya 2026. Salah satu titik krusial yang menjadi pusat pengamanan adalah Terminal Pasar Ciputat, Kecamatan Ciawigebang.


Kepala UPT Damkar Satpol-PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, menjelaskan bahwa penempatan personel di titik ini bertujuan untuk mempercepat waktu tanggap (response time) apabila terjadi situasi darurat di tengah kepadatan lalu lintas.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
“Kami mencoba membuka pos bantuan di wilayah Kuningan Timur, tepatnya di Terminal Ciawigebang. Tujuannya agar response time bisa lebih cepat tercapai jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Andri saat dikonfirmasi Kamis (19/3/2026).
Andri menambahkan, kondisi arus lalu lintas saat ini sudah mulai menunjukkan peningkatan volume kendaraan yang signifikan. Bahkan, sempat terpantau adanya kemacetan panjang yang mencapai hampir satu kilometer di area lampu merah Ciawigebang akibat gelombang pemudik yang mulai berdatangan.
“Kondisi kemacetan ini tentu akan menghambat pergerakan armada jika kami hanya mengandalkan pos pusat. Oleh karena itu, kehadiran posko di titik strategis seperti terminal sangat penting agar pelayanan tetap maksimal meskipun lalu lintas padat,” tambahnya.
Dalam pengamanan mudik ini, Damkar menyiagakan armada pancar sebagai antisipasi utama terjadinya musibah kebakaran. Namun, Andri menegaskan bahwa personelnya juga siap diterjunkan untuk berbagai aksi penyelamatan (rescue) dan evakuasi lainnya yang dibutuhkan masyarakat di lapangan.
Beruntung, hingga H-7 menjelang Idulfitri, situasi di wilayah Kuningan Timur dilaporkan masih relatif terkendali. Belum ada laporan mengenai kejadian menonjol atau darurat yang memerlukan penanganan khusus.
“Alhamdulillah, dari H-7 hingga saat ini belum ada kejadian luar biasa. Waktu-waktu sibuk juga masih berada dalam jam landai, sehingga personel kami bisa bersiaga dengan lebih leluasa namun tetap waspada penuh,” jelas Andri.
Di Posko.Mudik Lebaran ini ada juga bersiaga dari unsur kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Satpol PP Kuningan, BPBD Kabupaten Kuningan dan Jasa Raharja. (Nars)
























