KUNINGAN — Dedikasi tanpa batas dalam memperkuat pembangunan dari level akar rumput kembali ditunjukkan oleh tokoh masyarakat di Kabupaten Kuningan. Adalah Dedi Rusyadi, seorang Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Cijoho yang dikenal luas sebagai figur yang “tak pernah diam” dalam memajukan kawasannya.
Setelah sebelumnya sukses menyulap wilayahnya melalui pengembangan kawasan lokal Situ Sangga Buana, kini ia kembali berhasil menginisiasi program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) menjadi kenyataan di lingkungannya.
- Imbas Dolar dan Harga Pakan, Penjualan Sapi Kurban di Ciawigebang Kuningan Lesu
- Tak Pernah Diam: Usai Situ Sangga Buana, Ketua RT Dedi Rusyadi Kini Bantu Wujudkan Kampung KB Cijoho
- Klarifikasi Isu Gratifikasi Pokir Kuningan, Pengusaha J Tegaskan Murni Utang Pribadi
- Hattrick Juara ISL 2026: Solidnya Pertahanan Jadi Kunci Utama Persib Bandung, Ini Kata Bojan Hodak
- Satu Langkah Menuju Hattrick Juara: Ribuan Bobotoh Kuningan Birukan Pandapa Paramarta
Langkah progresif berbasis swadaya ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan. Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, hadir secara langsung untuk meresmikan secara formal Kampung KB Sangga Buana Cijoho pada Ahad (24/5/2026).
Agenda ini dinilai bisa mendorong roda pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkokoh ketahanan keluarga lewat stimulan semangat gotong royong.
Bupati Dian dalam sambutannya memberikan pujian tinggi terhadap konsistensi pembangunan lingkungan yang digerakkan oleh motor lokal seperti Dedi Rusyadi. Menurutnya, eksistensi Kampung KB Sangga Buana ini menjadi bukti sahih adanya sinergi yang harmonis antara program makro pemerintah dan aksi nyata dari lini terbawah masyarakat.
“Kampung KB bukan sekadar pemenuhan aspek administratif, melainkan wadah integrasi program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga yang harus menyentuh sendi-sendi utama masyarakat. Apa yang diinisiasi di Cijoho ini, dengan modal utama gotong royong warga, adalah prototipe nyata bagaimana ketahanan keluarga bisa dibangun secara mandiri,” ungkap Bupati Dian di sela-sela prosesi peresmian.
Keberadaan Kampung KB ini sejatinya tidak lahir dari ruang hampa. Bagi warga sekitar, Dedi Rusyadi merupakan representasi pemimpin lokal yang visioner. Keberhasilan ini dipandang sebagai kelanjutan dari kesuksesan pengelolaan Situ Sangga Buana yang sebelumnya ia rintis, di mana kawasan tersebut kini aktif beroperasi sebagai pusat perputaran ekonomi kreatif dan interaksi sosial warga setempat.
Saat dimintai tanggapan mengenai pencapaian baru ini, Dedi Rusyadi menegaskan bahwa komitmennya untuk terus bergerak demi kemajuan Cijoho didasari atas keinginan melihat warga sekitar hidup lebih mandiri dan sejahtera. Ia memandang program Kampung KB sebagai instrumen taktis untuk menaikkan taraf hidup, mulai dari penguatan ekonomi domestik hingga pemenuhan hak kesehatan anak.
“Bagi kami, kemajuan lingkungan tidak boleh berhenti di satu titik pencapaian saja. Setelah Situ Sangga Buana berjalan stabil, fokus kami bergeser ke arah kualitas manusianya. Melalui Kampung KB ini, kami ingin memastikan setiap keluarga di lingkungan kami memiliki fondasi yang kokoh, baik secara ekonomi, edukasi, maupun kesehatan,” tutur pria yang akrab disapa Kang Dedi Magrib (KDM) ini dengan penuh optimisme.
Dengan diresmikannya Kampung KB Sangga Buana Cijoho, fasilitas publik ini diharapkan mampu menjadi episentrum baru bagi berbagai program pembinaan kesejahteraan dari dinas dan instansi terkait. Gerakan nyata dari seorang Ketua RT seperti Dedi Rusyadi ini sekaligus menjadi role model bagi rukun tetangga lainnya di Kabupaten Kuningan, membuktikan bahwa akselerasi daerah selalu dimulai dari konsistensi pergerakan di tingkat terkecil. (Nars)















