BANDUNG – Menjelang pelaksanaan Sidang Isbat penentuan tanggal 1 Syawal 1447 H, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dudu Rohman, memastikan bahwa hilal penentuan jatuhnya hari raya Idulfitri belum terlihat di wilayah kerjanya.
Dari hasil pengamatan lapangan di tujuh titik pada Kamis (19/3/2026) mulai pukul 18.00 WIB, pemantauan yang tersebar di Jawa Barat, posisi hilal dipastikan masih berada jauh di bawah kriteria standar yang telah ditetapkan.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
Dudu Rohman menjelaskan bahwa untuk wilayah Kota Bandung, proses pengamatan dipusatkan di dua lokasi utama, yakni Observatorium Bosscha dan Universitas Islam Bandung. Dari laporan tim di kedua lokasi tersebut, tercatat ketinggian hilal baru mencapai angka satu koma empat puluh derajat, sehingga wujud hilal wajar jika belum dapat diamati.
Selain karena faktor posisi ketinggian yang masih terlampau rendah atau di bawah standar minimal tiga derajat, kondisi alam juga menjadi kendala utama di lapangan. Hujan yang mengguyur sebagian besar titik pemantauan di wilayah Jawa Barat turut membuat proses pengamatan atau rukyatul hilal terhalang dan sulit dilakukan secara optimal.
Merespons hasil pantauan nihil dari ketujuh titik tersebut, pihak Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat langsung menjalankan prosedur pelaporan berjenjang. Seluruh data observasi lapangan ini langsung diteruskan dan diserahkan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia pusat di Jakarta sebagai bahan pertimbangan utama dalam pelaksanaan Sidang Isbat pada malam hari ini.
Menyikapi potensi adanya perbedaan penetapan jatuhnya hari raya Idulfitri di tengah masyarakat tahun ini, Dudu Rohman turut menyampaikan pesan khusus. Ia mengimbau seluruh umat Islam untuk senantiasa mengedepankan persatuan, kesatuan, serta menjaga erat ikatan ukhuwah keislaman.
Perbedaan jadwal perayaan diharapkan tidak menjadi sumber gesekan sosial yang dapat menimbulkan kemudaratan, melainkan harus disikapi secara dewasa demi menjaga keutuhan bersama. (Nars)


























