KUNINGAN – Atmosfer sepak bola tanah air mencapai puncak ketegangannya sore ini. Ribuan pendukung setia Persib Bandung, yang akrab disapa Bobotoh, mengalir deras memadati Lapangan Pandapa Paramarta di kompleks Stadion Mashud Wisnusaputra, Kabupaten Kuningan.
Mereka hadir dengan satu misi: menjadi saksi sejarah pembuktian taji Maung Bandung merengkuh gelar juara berturut-turut untuk ketiga kalinya (hattrick) dalam kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League 2026.
- Menyambut Tahun Baru Islam, Umat Islam Diimbau Perkuat Refleksi Lewat Doa Akhir dan Awal Tahun
- Masih Banyak Kendala Sistem Zonasi PMB di Jabar, Legislator Gerindra Minta Pendidikan Tidak Dijadikan Ajang Coba-Coba
- Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati: Program Sekolah Maung Bisa Sukses dengan Validitas Data Siswa
- Sentuhan Gotong Royong SPPG Bakom Sulap SDN 1 Sagarahiang Jadi Lebih Berwarna
- Ditanya Soal “Lobi” BPK demi Status WTP, Bupati Kuningan Kasih Jawaban Menohok
Laga pamungkas di pekan ke-34 ini menjadi penentu hidup dan mati bagi armada Pangeran Biru. Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Persib Bandung menjamu tim tamu yang tak bisa diremehkan, Persijap Jepara.
Memasuki pekan terakhir ini, Persib Bandung sebenarnya berada di atas angin dengan memimpin takhta klasemen sementara lewat raihan 79 poin. Namun, posisi mereka belum sepenuhnya aman dari kejaran sang rival terdekat. Di peringkat kedua, Borneo FC terus membayangi dengan koleksi 77 poin setelah menyelesaikan 33 laga.
Pada waktu yang bersamaan sore ini, Borneo FC juga tengah melakoni partai hidup-mati melawan Malut United, siap memanfaatkan celah sekecil apa pun jika Persib tergelincir di GBLA.Melihat urgensi sejarah yang sedang dipertaruhkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan bergerak cepat memfasilitasi kerinduan para pecinta bola lokal.
Agenda Nonton Bareng (Nobar) akbar pertandingan Persib Bandung vs Persijap Jepara sengaja diinisiasi di Pandapa Paramarta sebagai pusat berkumpulnya energi dukungan masyarakat Kuningan.
“Ini bukan sekadar pertandingan biasa, ini adalah momentum pembuktian dominasi Persib di sepak bola modern Indonesia. Kami ingin merayakannya bersama-sama di sini,” ujar salah satu Bobotoh yang hadir dengan atribut lengkap serba biru.
Pantauan di lapangan menunjukkan gelombang massa tidak hanya terpusat di kompleks stadion. Gairah juara ini menjalar hingga ke sudut-sudut wilayah Kabupaten Kuningan, di mana sejumlah komunitas warga dan pelaku usaha lokal turut menggelar titik-titik nonton bareng mandiri demi menampung antusiasme penonton yang meluber.
Jika peluit panjang berbunyi dan Persib berhasil mengamankan poin penuh atas Persijap Jepara, maka trofi BRI Super League 2026 dipastikan kembali pulang ke Bandung, sekaligus mengunci status back-to-back-to-back champions yang legendaris bagi sejarah sepak bola Jawa Barat. (Nars)














