KUNINGAN – Guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak, Kelompok 1 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Kuningan berkolaborasi dengan Forum Duta Anti Bullying Kabupaten Kuningan menggelar sosialisasi di MI GUPPI Citiusari, Kecamatan Garawangi. Kegiatan yang diikuti oleh siswa-siswi kelas 1 hingga 6 ini berlangsung secara edukatif dan interaktif pada Senin (4/8/2025).
Dalam pelaksanaannya, tim Duta Anti Bullying menyampaikan materi tentang berbagai bentuk perundungan, dampak negatifnya terhadap korban, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganannya.
- Persib Ditempel Ketat Borneo FC, Ini Hitungan Peluang Juara dan Jadwal Sisa Laga
- Kunci Ketinggalan, 50 Menit Damkar Kuningan Berjibaku Buka Pintu Mobil Warga
- Bukan Sekadar Tempat Healing, Desa EKI Situ Cipanten Bakal Bikin Warga Makin Cuan!
- Cegah Longsor dan Banjir, Istri Prajurit ‘Serbu’ Kebun Raya Kuningan untuk Investasi Ekologis
- Tiket Asian Para Games 2026 Aman, Lifter Hilman Buka Jalan ke Nagoya Jepang
Suasana sosialisasi semakin hidup dengan adanya simulasi, permainan, dan diskusi yang mendorong partisipasi aktif dari seluruh siswa.Kepala MI GUPPI Citiusari, Elin Erlinah, menyambut baik kegiatan ini. Ia menekankan bahwa isu perundungan adalah masalah nyata di tingkat sekolah dasar yang tidak boleh diabaikan.
“Alhamdulillah, kegiatan ini memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tidak berperilaku semena-mena, seperti mengejek teman. Semoga ke depannya tidak ada lagi perundungan di sekolah ini,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Forum Duta Anti Bullying Kabupaten Kuningan, Ina Yatul Gaida, menyampaikan bahwa penanganan perundungan membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari guru, orang tua, hingga siswa itu sendiri.
“Kami berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan, khususnya dalam upaya mencegah adanya pelaku maupun korban perundungan. Meskipun tidak bisa sepenuhnya menghapus bullying, setidaknya kita dapat mengantisipasi dan menguranginya secara bertahap,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan KKN Universitas Kuningan, Igo Shibgotalloh Harits, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN yang berfokus pada pendidikan sosial dan pembentukan karakter. “Semoga adik-adik dapat menerapkan apa yang telah disampaikan dan terbebas dari tindakan perundungan,” harapnya.
Kegiatan diakhiri dengan deklarasi simbolis Anti Bullying oleh seluruh peserta dan guru sebagai bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan MI GUPPI Citiusari sebagai sekolah yang ramah anak dan bebas dari perundungan. (Nars)

























