

KUNINGAN – Kemeriahan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia terasa berbeda dan penuh warna di Kabupaten Kuningan. Suasana gembira menyelimuti Kampung Wage, Blok Bangong, Desa Kadugede, Kecamatan Kadugede, ketika anak-anak setempat bahu-membahu mengubah jalanan pemukiman mereka menjadi galeri seni jalanan yang memikat mata.
Gelak tawa anak-anak memecah keheningan desa saat jemari mungil mereka dengan telaten mengoleskan cat warna-warni ke atas permukaan jalan. Beragam goresan gambar karakter kartun favorit hingga aneka fauna lucu tampak menghiasi setiap meter jalanan blok, menciptakan pemandangan visual yang segar dan menghibur bagi siapa saja yang melintas.
- Luruskan Keluhan Kerugian Petani, DKPP Kuningan: Dampak Kemarau Harus Dilihat secara Komprehensif
- Hapus Stigma Sosial, Lapas Kuningan Sulap Warga Binaan dan Mantan Napi Jadi Insan Siap Kerja Lewat ‘Wangun Mandiri Farm’
- Krisis Air Bersih Masih Melanda, Karangkancana Kembali Diguyur Bantuan 5.000 Liter dari BPBD Kuningan
- HMI FE Uniku Jadikan Maulid Nabi 1448 H Momentum Penguatan Karakter Mahasiswa
- Mengintip Rincian Biaya Produksi Petani Kuningan Saat Kemarau: Ongkos Air dan Perawatan Melonjak Tajam
Tak hanya dipenuhi lukisan mural garapan para seniman cilik, atmosfer di sepanjang area Blok Bangong kian semarak dengan deretan bendera Merah Putih dan umbul-umbul yang berkibar gagah di kiri dan kanan jalan.
Perpaduan kibaran sang saka dengan warna-warni lukisan di atas jalanan sukses menghidupkan nuansa perayaan kemerdekaan yang hangat dan meriah.Pelibatan aktif generasi muda dalam menyambut hari bersejarah ini memang dirancang khusus oleh tokoh masyarakat setempat.
Deni Darmadi, tokoh masyarakat Blok Bangong, menegaskan bahwa perayaan ini menjadi momentum penting untuk memupuk jiwa patriotisme sejak dini. “Kami sengaja melibatkan anak-anak untuk ikut langsung mempersiapkan semarak perayaan HUT ke-81 RI ini. Tujuannya tentu ingin meningkatkan rasa nasionalisme dan kecintaan mereka terhadap bangsa sejak usia dini,” ujar Deni saat ditemui di lokasi kegiatan.
Menurut Deni, menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada anak-anak tidak selalu harus melalui acara seremoni yang kaku. “Melalui media mewarnai jalanan secara bersama-sama, anak-anak diajak merasakan langsung kegembiraan merayakan kemerdekaan Indonesia. Ini cara yang menyenangkan agar mereka juga merasa memiliki dan mencintai lingkungannya,” tambahnya dengan penuh semangat.
Menariknya, aksi kreatif yang menyedot perhatian warga ini lahir murni dari rasa kebersamaan masyarakat desa. Seluruh peralatan hingga bahan cat yang digunakan bukan berasal dari sponsor besar, melainkan dari kantong warga sendiri.
“Semua alat dan bahan pembuatan mural di jalanan ini adalah hasil rereongan (iuran) warga secara sederhana. Kami swadaya karena ingin membangun semangat gotong royong di lingkungan ini,” ungkap Deni.
Inisiatif lokal ini terbukti efektif mempererat tali silaturahmi antarwarga Blok Bangong, mulai dari para orang tua yang sigap mendampingi hingga anak-anak yang leluasa mengekspresikan imajinasinya. Jalanan pemukiman yang semula biasa saja kini mendadak penuh warna dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh warga Desa Kadugede.
Semangat kebersamaan dan kesederhanaan dari Kampung Wage menjadi bukti nyata bahwa peringatan HUT ke-81 RI dapat dirayakan dengan cara yang inklusif, edukatif, dan berdampak positif. Aksi penuh warna dari anak-anak Kadugede ini diharapkan mampu menginspirasi wilayah lain untuk menyambut hari kemerdekaan Indonesia dengan kreativitas tanpa batas.



