

KUNINGAN – Kabupaten Kuningan bersiap menyambut lonjakan pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, Dr. Charlan, mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung ke berbagai destinasi wisata, hotel, dan tempat kuliner diperkirakan mencapai lebih dari 50 ribu orang.
“Libur Nataru tahun ini cukup panjang, lebih dari 10 hari, sehingga kami optimistis akan terjadi peningkatan signifikan pada tingkat kunjungan wisatawan,” sebutnya, saat dikonfirmasi Kuningan Religi, Ahad (22/12/2024).
- Kasus Dugaan Keracunan MBG di Ciwaru: Satgas Telusuri Dapur Pengolah dan Uji Rantai Pasok Makanan
- Diduga Keracunan Program MBG, Puluhan Siswa di Ciwaru Dilarikan ke Puskesmas, Satu Dirujuk ke RS
- Siaga Karhutla Ciremai, Relawan MPA Silihwangi Majakuning Aktifkan Embung 4.000 Liter
- Hj Tina Wiryawati Ubah Wajah Sungai Cisanggarung, Warga Kadugede Bersiap Sambut Kawasan Wisata
- Sinergi Tina Wiryawati dan Budayawan Kuningan: Cegah Generasi Muda Lupa Akar Budaya Melalui Padepokan Seni Silat
Lonjakan ini, kata Elon, sebutannya, terlihat dari objek wisata seperti Waduk Darma yang bisa menarik hingga 5.000 pengunjung hanya dalam dua hari, Sabtu dan Minggu.
Menurutnya, saat ini Kuningan memiliki sekitar 170 objek wisata yang terdaftar secara resmi. Namun, masih banyak destinasi baru yang bermunculan, terutama di desa-desa yang mulai mengembangkan tempat wisata berbasis potensi lokal.
“Pendataan jumlah objek wisata terus kami perbarui. Finalisasi data akan dilakukan pada Januari 2025, mencakup objek wisata berizin, yang sedang dalam proses perizinan, maupun yang baru berkembang,” paparnya.
Selain itu, pihaknya juga akan mengklasifikasikan objek wisata berdasarkan tahap pertumbuhannya, yaitu baru tumbuh, berkembang, maju, dan mandiri.
Memastikan liburan Nataru berjalan lancar, Disporapar Kuningan, sebutnya lagi, telah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Langkah ini melibatkan kepolisian untuk pengamanan, Dinas Perhubungan untuk pengelolaan parkir, serta pengelola objek wisata untuk menjaga kebersihan lingkungan.


“Promosi kepariwisataan terus kami lakukan, sekaligus memastikan kenyamanan wisatawan selama liburan. Koordinasi lintas sektoral ini bertujuan agar wisatawan betah dan ingin kembali berlibur ke Kuningan,” katanya.
Dr. Charlan juga mengimbau masyarakat Kuningan sebagai tuan rumah untuk menjaga Sapta Pesona, yakni keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keramahan, dan kenangan.
“Kami berharap masyarakat dan pengunjung bersama-sama menjaga suasana yang kondusif, sehingga Kuningan semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang nyaman dan ramah,” tambahnya. (Nars)



