
KUNINGAN – Masyarakat yang kerap beraktivitas di sekitar aliran Sungai Cisanggarung, Kabupaten Kuningan, mengeluhkan terkait kondisi perairan yang banyak tercemari sampah tanaman eceng gondok. Fenomena dugaan pencemaran ekosistem sungai ini dikeluhkan oleh warga setempat pada hari Ahad (19/4/2026).

Seorang warga Desa Kadugede, Deni Darmadi, menuturkan bahwa hamparan gulma air tersebut diduga kuat berasal dari pembuangan kawasan perairan Waduk Darma.
- Geger Kebakaran di SPBE Cigugur Kuningan, Ini Kronologinya
- DAK Fisik Kuningan Nihil di 2027, Sohibul Imam: Penetapan Anggaran Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat
- Ketimpangan Literasi versus Inklusi Keuangan Picu 40 Aduan Setiap Hari, OJK Cirebon Wanti-Wanti Bahaya Penyalahgunaan KTP
- Sambut HUT ke-62 Partai Golkar, Sejumlah Kader Gelar Ziarah, Ini Daftar Lokasi Makam yang Dikunjungi
- Antisipasi Peredaran Narkoba, Tim Gabungan Sasar Kos-kosan dan Hotel di Kuningan
Keberadaan eceng gondok dalam jumlah masif yang mengapung dan dikhawatirkan tersumbat di sepanjang aliran sungai dinilai sangat mengganggu mobilitas warga sekaligus merusak estetika dan kebersihan lingkungan perairan.
Menurut Deni, warga pada dasarnya memahami dinamika pengelolaan waduk. Namun, ia mendesak agar pihak pengelola Waduk Darma mengambil langkah teknis yang lebih matang.
Warga meminta agar pengelola menambah debit buangan air terlebih dahulu jika memang situasi mengharuskan mereka untuk mengalirkan tumpukan eceng gondok ke saluran Sungai Cisanggarung.
“Pembuangan sampah eceng gondok pada saat debit air sungai sedang menyusut justru akan menciptakan masalah lingkungan baru. Tanpa dorongan arus yang kuat, tanaman gulma tersebut menjadi sangat mudah tersangkut di bebatuan maupun di sepanjang bantaran sungai,” papar Deni kepada Kuningan Religi.
Alih-alih terbuang ke hilir, imbuhnya, eceng gondok itu justru menumpuk, membusuk, dan mengotori perairan di permukiman warga.Saat dihubungi Deni, salah seorang pihak pengelola perairan Waduk Darma telah memberikan klarifikasi.
Pengelola menepis anggapan adanya unsur kesengajaan dalam membuang sampah eceng gondok ke aliran sungai.Mereka menjelaskan bahwa secara operasional, kondisi pintu air utama Waduk Darma saat ini sedang dalam status ditutup sementara.
Tumpukan eceng gondok yang meresahkan warga tersebut rupanya terbawa secara alami oleh volume air yang meluber melewati batas saluran pelimpah atau spillway.
Derasnya limpasan air di area spillway itulah yang kemudian menyeret koloni eceng gondok hingga akhirnya terbawa arus di aliran Sungai Cisanggarung. (Nars)
