

KUNINGAN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, bersiap untuk mengikuti kegiatan retreat Kursus Pemimpin Daerah (KPPD) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).
Kegiatan yang akan berlangsung selama lima hari, mulai 15 hingga 19 April mendatang ini, akan dipusatkan di Akademi Militer (Akmil) Magelang Jawa Tengah. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Nuzul Rachdy saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung DPRD Kuningan, Senin (13/4/2026).
- Antisipasi Karhutla Meluas, Laskar Gerindra Kuningan Terjun Padamkan Api di Lereng Ciremai
- Aksi Cepat Pasca-Kebakaran Cimerak, Bantuan Sembako Disalurkan Aleg Tina Wiryawati kepada Korban
- Cegah Kepunahan Seni Karuhun, GP Ansor Cigandamekar Gelar Festival Genjring Rudat di Momentum HSN 2026
- Geliatkan Sport Tourism, 180 Pelari dari Berbagai Daerah Jajal Keindahan Alam Kuningan di DTBL 3
- Dukung Kegiatan Warga, Legislator Gerindra Jabar Hj. Tina Wiryawati Gencar Salurkan Aspirasi di Kuningan
Ia menjelaskan, agenda ini merupakan tindak lanjut dari radiogram resmi Lemhannas yang menginstruksikan seluruh Ketua DPRD tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Indonesia untuk hadir.
“Itu setelah beberapa waktu yang lalu juga dilaksanakan retreat untuk kepala daerah. Sekarang giliran Ketua DPRD melaksanakan retreat di Akademi Militer selama lima hari,” ungkap Nuzul.
Lebih lanjut, Nuzul memaparkan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas para ketua dewan sebagai unsur pimpinan daerah.
Selama berada di Akmil, para peserta akan digembleng dengan berbagai materi strategis, mulai dari penguatan wawasan kebangsaan, pemahaman konstelasi geopolitik, hingga analisis situasi nasional terkini.
Nuzul menjelaskan yang diwajibkan berangkat hanyalah Ketua DPRD saja, tanpa diwakilkan maupun didampingi unsur pimpinan lainnya.
Terkait format kegiatan, Nuzul menyebutkan bahwa retreat tersebut tidak sekadar pemaparan satu arah, melainkan menitikberatkan pada ruang diskusi dan tanya jawab. Menariknya, kegiatan berskala nasional ini rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden dan diisi oleh jajaran menteri kabinet sebagai narasumber utama.
Meski akan berhadapan langsung dengan para pembuat kebijakan di tingkat pusat, Nuzul mengaku belum merumuskan pertanyaan spesifik terkait isu daerah yang akan dibawa ke forum tersebut. Ia menyatakan akan melihat dinamika dan konteks materi yang disampaikan terlebih dahulu.
” Belum(untuk persiapan pertanyaan), nanti kan tergantung dari pada narasumbernya juga,” tandas Zul, sapaannya. (Nars)



