KUNINGAN – Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani mendorong agar program ketahanan pangan di tingkat desa dapat disinergikan untuk menyukseskan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai, BUMDes yang sukses mengembangkan pertanian modern, seperti BUMDes Ancaran, harus mengambil peran sebagai pemasok utama kebutuhan gizi di dapur-dapur MBG.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
Arahan tersebut disampaikan Wakil Bupati saat memimpin langsung panen perdana sekaligus meresmikan “Cibelut Melon Farm”, sebuah greenhouse budidaya melon premium di Desa Ancaran, Kecamatan Kuningan, Rabu (12/11/2025).


Wabup Tuti mengapresiasi inovasi BUMDes Cipta Karya Mandiri tersebut sebagai contoh sukses transformasi lahan dan kemandirian ekonomi desa.Dalam sambutannya, Wabup secara khusus mengaitkan potensi panen tersebut dengan program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
“Saat ini kita tahu ada program prioritas dari Bapak Presiden mengenai Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya.
Tuti berharap besar agar hasil panen melon premium dari Ancaran ini dapat segera menjalin kerja sama dan memasok kebutuhan buah-buahan untuk dapur-dapur yang melayani program MBG di Kuningan.
“Inilah harapan Bapak Presiden, (bahwa) ketahanan pangan lokal bisa masuk untuk (program) itu,” tutur Wakil Bupati.
Tak hanya melon, ia juga menyarankan agar BUMDes mulai melirik komoditas lain yang spesifik dibutuhkan untuk program MBG, seperti pisang Ambon, sehingga program ketahanan pangan desa bisa sejalan dengan program strategis nasional.
Program “Cibelut Melon Farm” sendiri merupakan inisiatif Desa Ancaran yang didanai 20% dari Dana Desa, dengan total anggaran Rp 353 juta untuk dua unit greenhouse.
Kepala Desa Ancaran, Mugni, menjelaskan lokasi tersebut dulunya adalah lahan tidur yang dianggap kumuh dan ‘seram’ oleh warga, namun kini telah produktif.
Sementara, Ketua BUMDes Cipta Karya Mandiri, Abdul Kohar menambahkan, pihaknya fokus pada varietas melon premium seperti Sweet Net 8, Sweet Net 9, Lavender, dan Puji Sawah.
“Nanti kita berkelanjutan. Jadi, Cibelut Melon Farm ini akan panen dalam jangka waktu satu bulan setengah sekali,” jelasnya.
Acara ditutup dengan peresmian simbolis, Wakil Bupati memetik langsung melon perdana didampingi oleh Anggota DPRD Kuningan, Sri Laelasari. Inisiatif ini dinilai sebagai contoh konkret bagaimana BUMDes mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus mendukung program prioritas pemerintah pusat. (Nars)
























